Sebagian besar orang sering terbiasa mengeluh,mengumpat,mencerca,mengomentari seperti ini : "Dia orang yg tidak baik,perilakunya bla bla bla kepadaku. Dia orang yg tidak semestinya berlaku seperti itu " ...
Atau : "Saya tidak melihat ada yg baik dari dirinya,lantas mengapa saya harus menyukainya ?"
Hal diatas kusebut UKURAN.
Setiap orang mempunyai ukuran,membuat ukuran,dan mengukur bagaimana seorang yg lain, dgn standar yg ditetapkannya sendiri. Itulah lantas mengapa ada umpatan,keluhan,komentar. Tetapi JARANG sekali yg mau mengukur dirinya sendiri menurut UKURAN ORANG LAIN.
Jika ada istilah : "Dia tidak baik. Aku tidak selayaknya menyukainya". Mengapa tidak lantas mengkondisikan pernyataan tsb seolah orang lain yg menyatakannya seperti ini : "Aku sendiri belum tentu baik. Karena aku hanya mengukur orang dari ukuranku sendiri,ukuran baik-buruk,benar-salah dari sudutku sendiri saja.." :)
Itu yg kusebut perlu adanya NEGOSIASI KEHENDAK.
Setiap orang tanpa sadar menginginkan orang lain berbuat dan berlaku sebagaimana ukurannya,sebagaimana kehendaknya. Tanpa pernah menyadari bahwa ukuran dan kehendak setiap orang adalah BERBEDA.
Jika aku bilang warna pink itu indah,belum tentu orang di sebelahku menyebutnya indah..karena mungkin baginya warna biru-lah yg indah.
Thats why aku selalu menanamkan kepada diriku sendiri pengkondisian seperti ini :
" Jika ada orang tidak paham tentang kemauanku,tidak mengerti tulisanku,tidak menyukai diriku,mungkin sebenarnya IA YANG BELUM TAHU BENAR SIAPA DIRIKU.. "
Maka buatlah ia menjadi tahu akan diriku. Buatlah ia mengerti siapa aku. Buatlah ia pahami aku. Agar ia tidak selalu mengukurku menurut ukurannya sendiri saja,yang kenyataannya belum tentu tepat :) :) :)
Rabu, September 23, 2009
Jumat, September 18, 2009
Selasa, September 01, 2009
Jumat, Agustus 28, 2009
Klaim Malaysia
Mencermati kasus tari Pendet asal Bali yang diklaim sebagai budaya milik Malaysia dalam tayangan iklam kepariwisataannya, aku menganalogikannya sbb :
Seperti hakim yang menentukan mana pihak yg bersalah dlm kasus pencurian barang berharga di sebuah rumah,ia akan bertanya a.l. :
Mengapa barang bisa tercuri ?
* karena rumah tidak dijaga
* kalaupun rumah itu dikunci,maka mungkin jendela tidak dikunci
* kalaupun rumah itu dijaga dan dikunci, maka penjaganya lengah
* kalaupun penjaganya tidak lengah, maka pencurinya yang memang cerdik dan cekatan..hahaha..
Jadi kehebohan dan gembar gembornya pihak Indonesia dalam complain claim sebetulnya membuka 'borok' dan kekurangan bangsa kita sendiri yang :
- tidak benar2 mencintai budaya asli bangsa sendiri. Jika benar cinta,maka mengapa tidak sedari dulu kita yg berusaha melestarikan dan mempopulerkannya dgn menjadikannya sbg icon pariwisata kita di tingkat dunia ?
- kalah cerdik dan menunjukkan bahwa kepariwisataan kita tidak ter-organized secara optimal
- dalam skala kecil,hak paten itu sangat penting,jika kita benar2 MENGHARGAI kepemilikan suatu produk,apalagi produk budaya yg menjadi identitas bangsa. Jadi mengapa tidak sedari dulu kita mengklaim hak patennya ?
** satu point yg kulihat dari manuver2 Malaysia dalam tahun2 belakangan ini yaitu : Ingin menjadi Raksasa Asia Tenggara dengan kecerdikan politik, kecerdikan mana yg sangat perlu untuk menciptakan kondisi sebuah negara yg berkembang selangkah lebih maju. Mengapa ? Karena dlm politik itu selalu ada 3 hal : trik,licik,picik. That's all.. :)
Jadi kupikir daripada heboh demo,contra claim,lebih baik kita urus saja bangsa ini diam2 tapi cerdik.. Karena cinta bangsa tidak cukup hanya ditunjukkan dgn kata2.. !
Seperti hakim yang menentukan mana pihak yg bersalah dlm kasus pencurian barang berharga di sebuah rumah,ia akan bertanya a.l. :
Mengapa barang bisa tercuri ?
* karena rumah tidak dijaga
* kalaupun rumah itu dikunci,maka mungkin jendela tidak dikunci
* kalaupun rumah itu dijaga dan dikunci, maka penjaganya lengah
* kalaupun penjaganya tidak lengah, maka pencurinya yang memang cerdik dan cekatan..hahaha..
Jadi kehebohan dan gembar gembornya pihak Indonesia dalam complain claim sebetulnya membuka 'borok' dan kekurangan bangsa kita sendiri yang :
- tidak benar2 mencintai budaya asli bangsa sendiri. Jika benar cinta,maka mengapa tidak sedari dulu kita yg berusaha melestarikan dan mempopulerkannya dgn menjadikannya sbg icon pariwisata kita di tingkat dunia ?
- kalah cerdik dan menunjukkan bahwa kepariwisataan kita tidak ter-organized secara optimal
- dalam skala kecil,hak paten itu sangat penting,jika kita benar2 MENGHARGAI kepemilikan suatu produk,apalagi produk budaya yg menjadi identitas bangsa. Jadi mengapa tidak sedari dulu kita mengklaim hak patennya ?
** satu point yg kulihat dari manuver2 Malaysia dalam tahun2 belakangan ini yaitu : Ingin menjadi Raksasa Asia Tenggara dengan kecerdikan politik, kecerdikan mana yg sangat perlu untuk menciptakan kondisi sebuah negara yg berkembang selangkah lebih maju. Mengapa ? Karena dlm politik itu selalu ada 3 hal : trik,licik,picik. That's all.. :)
Jadi kupikir daripada heboh demo,contra claim,lebih baik kita urus saja bangsa ini diam2 tapi cerdik.. Karena cinta bangsa tidak cukup hanya ditunjukkan dgn kata2.. !
tags
mikir2
Mengapa SiLent Speaks ?
Karena tulisanku bukan hanya sekedar goresan tinta di atas bidang kosong,
melainkan ia berjiwa..
Tulisanku adalah diriku. Tulisanku adalah manifestasi jiwaku.
Maka ia tidak datar2 saja. Tidak hanya memaparkan untaian data dan kata.
Tidak hanya menguraikan idealisme pribadi. Melainkan penuh dgn dinamika emosi.
Kadang syahdu,sendu,kadang dingin,kadang penuh amarah atau sukacita.
Sebab aku ingin siapapun yg membaca tulisanku,
seolah sedang berhadapan dengan jiwaku,
sebab SiLent Speaks adalah,
kesenyapan yg penuh makna..
melainkan ia berjiwa..
Tulisanku adalah diriku. Tulisanku adalah manifestasi jiwaku.
Maka ia tidak datar2 saja. Tidak hanya memaparkan untaian data dan kata.
Tidak hanya menguraikan idealisme pribadi. Melainkan penuh dgn dinamika emosi.
Kadang syahdu,sendu,kadang dingin,kadang penuh amarah atau sukacita.
Sebab aku ingin siapapun yg membaca tulisanku,
seolah sedang berhadapan dengan jiwaku,
sebab SiLent Speaks adalah,
kesenyapan yg penuh makna..
tags
privee
Kamis, Agustus 27, 2009
Rabu, Agustus 26, 2009
Jumat, Agustus 21, 2009
1808
Dua orang berambut gondrong dan berjaket kulit itu menatapku dalam2 di sudut ruang tamu.
"Apa yg kau ketahui ttg 1808, Win ? Ceritakanlah walau hanya sedikit",kata seorang yg berlogat jawa medok.
Aku terkesiap.
"Tidak ada apa2,mas. Aku tidak melihat akan terjadi sesuatu pd tgl 18 bulan 8. Tapi kamar 1808 dipilih karena posisinya saja..mungkin Boim yg memilihkan agar mudah keluar masuk dan menyelundupkan bom".
Mereka beranjak dari kursi lalu pamit.
Aku tak kenal siapa mereka,tapi seminggu itu aku gencar dihubungi.
Aku hanya 'melihat' M.Top samar2 ada di sebuah kota dgn initial A yg menyertainya..entah plat nomor yg mengandung huruf A,atau kota yg berawal dari huruf A.. Ada banyak tumpukan kayu disekitarnya,dan saat ini ada luka di sebelah kakinya. Aku 'melihat' huruf A yg begitu jelas dan besar,membuatku saat ini berfikir keras menduga2 korelasi huruf itu dgn sesuatu yg lain,namun jauh di kedalaman batin, ada kekuatan yg bicara,seolah huruf itupun merupakan initial sebuah nama.. Mungkin perlu kau sampaikan pd Mama Laurent untuk menerjemahkannya.. karena kemampuanku masih sangat sangat sangat terbatas.. :)
**dari diary tertanggal 16 Agustus 2009, sudah mendapatkan persetujuan 'pihak tertentu' untuk dimuat**
"Apa yg kau ketahui ttg 1808, Win ? Ceritakanlah walau hanya sedikit",kata seorang yg berlogat jawa medok.
Aku terkesiap.
"Tidak ada apa2,mas. Aku tidak melihat akan terjadi sesuatu pd tgl 18 bulan 8. Tapi kamar 1808 dipilih karena posisinya saja..mungkin Boim yg memilihkan agar mudah keluar masuk dan menyelundupkan bom".
Mereka beranjak dari kursi lalu pamit.
Aku tak kenal siapa mereka,tapi seminggu itu aku gencar dihubungi.
Aku hanya 'melihat' M.Top samar2 ada di sebuah kota dgn initial A yg menyertainya..entah plat nomor yg mengandung huruf A,atau kota yg berawal dari huruf A.. Ada banyak tumpukan kayu disekitarnya,dan saat ini ada luka di sebelah kakinya. Aku 'melihat' huruf A yg begitu jelas dan besar,membuatku saat ini berfikir keras menduga2 korelasi huruf itu dgn sesuatu yg lain,namun jauh di kedalaman batin, ada kekuatan yg bicara,seolah huruf itupun merupakan initial sebuah nama.. Mungkin perlu kau sampaikan pd Mama Laurent untuk menerjemahkannya.. karena kemampuanku masih sangat sangat sangat terbatas.. :)
**dari diary tertanggal 16 Agustus 2009, sudah mendapatkan persetujuan 'pihak tertentu' untuk dimuat**
tags
privee
Kamis, Agustus 13, 2009
Aku Melihatnya dari Kejauhan..
Suara sirine ambulans ditelan deru kendaraan yg padat lalu lalang di jalanan.
Ia menunduk,jemarinya memilin2 ujung kerudung yg dikenakan. Tatap matanya menerawang jauh,berkabut dialiri titik air mata yg berjatuhan..
Sedemikian lemasnya hingga tak kuasa memijakkan kaki untuk berjalan. Padahal seruan demi seruan menyeruak diam2 dari kedalaman hati yg berselimut kesedihan,kegundahan,dan sejuta pertanyaan.. ; Mengapa.. Bagaimana bisa.. Benarkah.. Diakah.. ?
Aku melihatnya dari kejauhan,
dalam gelisah hati yg demikian kuat..
Ingin merengkuhnya,
membisikkan kata yg menguatkan,
atau memeluk bahunya,
sekedar memberinya harapan,
tapi aku hanya sanggup..
melihatnya dari kejauhan..
saja..
**kepada Ny.Sucihani, janda almarhum Ibrohim,teroris Temanggung..**
Ia menunduk,jemarinya memilin2 ujung kerudung yg dikenakan. Tatap matanya menerawang jauh,berkabut dialiri titik air mata yg berjatuhan..
Sedemikian lemasnya hingga tak kuasa memijakkan kaki untuk berjalan. Padahal seruan demi seruan menyeruak diam2 dari kedalaman hati yg berselimut kesedihan,kegundahan,dan sejuta pertanyaan.. ; Mengapa.. Bagaimana bisa.. Benarkah.. Diakah.. ?
Aku melihatnya dari kejauhan,
dalam gelisah hati yg demikian kuat..
Ingin merengkuhnya,
membisikkan kata yg menguatkan,
atau memeluk bahunya,
sekedar memberinya harapan,
tapi aku hanya sanggup..
melihatnya dari kejauhan..
saja..
**kepada Ny.Sucihani, janda almarhum Ibrohim,teroris Temanggung..**
tags
humaniora
Selasa, Agustus 11, 2009
Peristiwa Temanggung
Aku beropini,semestinya untuk suatu operasi intelejen tidak perlu ada show off. Tidak perlu ada peliputan live/on air dari media elektronik. Aku pernah membaca kisah suatu operasi intelejen luar negeri, dimana radius 1 km dari titik fokus target operasi disterilkan dari masyarakat,bersih juga dari peliputan, bersih frekuensi yg bisa mengganggu signal2 telekomunikasi khusus.
So,
m e n g a p a begitu ? M e n g a p a seperti itu di Temanggung ?
So,
m e n g a p a begitu ? M e n g a p a seperti itu di Temanggung ?
tags
mikir2
Beware
Pernyataan2 kerasku terhadap siapapun yg salah menilai dan salah mengartikan diri dan blog2ku,sebenarnya adalah salah satu caraku untuk mengimbau kepada siapapun agar tidak terjebak menjadi manusia cyber yg hidup penuh obsesi dalam mimpi.
Hasil observasi psiko analisisku selama 2 tahun terhadap teman2 cyberku menemukan ada perubahan psikis secara bertahap pada mereka yg menghabiskan 50% - 90% waktu luangnya untuk gaming dan chatting.
Ketidakmampuan untuk bergaul di real, kegagalan di real, tidak percaya diri, itu adalah sebagian besar alasan yg ditutup2i untuk menjelaskan mengapa bisa begitu banyak waktu terbuang di cyber untuk sekedar berinteraksi,lip service,mencari lawan jenis,dll.
Perubahan yg mendasar pd psikis cyber chatter adalah tumbuhnya rasa was2 dan curiga yg berlebihan, selain juga tingginya tingkat power- superioritas yg sebetulnya adalah perwujudan alam bawah sadar untuk menutupi inferioritas pribadi.
Tengoklah, sebagian besar chatter yg merasa diri paling berarti,paling pintar,paling berkuasa,paling cantik,dsb. Bilamana masuk seseorang newcomer yg memiliki kemampuan yg minimal setara [bhkn lebih] ke dalam lingkaran 'kekuasaan' atau habitat mereka,maka kemungkinan besar akan terbentuk pola penolakan yg ditandai dgn aktivitas2 yg ditujukan untuk mengusir sang newcomer yg dianggap menyaingi superioritas mereka.
Secara tidak langsung aku pernah menjadikan diriku sebagai umpan observasi. Ketika aku masuk ke suatu habitat dimana aku dengan mudah menarik simpati begitu banyak orang karena kemampuanku mengeksplorasi sedikit kelebihan yg kupunyai,ada satu fenomena mencengangkan yg kudapatkan. Yaitu bersatunya chatter2 yg merasa tersaingi,untuk menusukku dari belakang dgn segala cara :) antara lain gossip,fitnah,pembuatan nick dan karakter yg meniruku,manipulasi data tentangku,hingga upaya banned dari mereka yg mempunyai kekuasaan di habitat tsb.
Semua itu kuhadapi dgn tawa dalam hati,karena aku merasa bagai masuk dalam lingkaran kegilaan yg mereka ciptakan.
Tengoklah,apa tidak gila namanya,jika blog2 yg kutulis selalu dianggap untuk mereka ? Bahkan lagu yg menjadi background blogku ini dianggap ungkapan perasaanku. Aku hanya tertawa tanpa pernah bisa menyampaikan,betapa sbtlnya rasa was2 dan curiga yg demikian besar sebetulnya adalah perubahan psikis yg sudah dialami sebagian besar chatter itu.
Dats why aku tak jemu menyuarakan dan mengimbau kepada siapapun agar 'BACK TO REAL'. Jadikanlah cyber itu sebagai sarana untuk menambah ilmu melalui gugling,bukan untuk berleha2,gaming,chatting,dan tetek bengek yg sebetulnya hanya mimpi dan semu. Tidak ada gunanya sama sekali.
Aku berusia 21 tahun,sudah merasa sangat takut terlambat sukses di real. Nah,bagaimana dgn anda yg berusia di atasku tapi belum bisa sukses di real ? So,aku selalu mengimbau,jadilah orang yg berkualitas DI REAL, bkn hanya jadi pengumpat,pemimpi,penggosip,pemfitnah,penuduh,pemalas di cyber. Mari kita berusaha sama2 berlomba,siapa yg tercepat meraih sukses dan kemandirian DI REAL, anda atau aku ? Karena kehidupan real itu membutuhkan org2 yg struggle dan gentle, tidak perlu banned segala :)
** teriring terimakasihku kpd siapapun yg tanpa mrk sadar telah kuobservasi untuk skripsiku.. Hihihi **
Hasil observasi psiko analisisku selama 2 tahun terhadap teman2 cyberku menemukan ada perubahan psikis secara bertahap pada mereka yg menghabiskan 50% - 90% waktu luangnya untuk gaming dan chatting.
Ketidakmampuan untuk bergaul di real, kegagalan di real, tidak percaya diri, itu adalah sebagian besar alasan yg ditutup2i untuk menjelaskan mengapa bisa begitu banyak waktu terbuang di cyber untuk sekedar berinteraksi,lip service,mencari lawan jenis,dll.
Perubahan yg mendasar pd psikis cyber chatter adalah tumbuhnya rasa was2 dan curiga yg berlebihan, selain juga tingginya tingkat power- superioritas yg sebetulnya adalah perwujudan alam bawah sadar untuk menutupi inferioritas pribadi.
Tengoklah, sebagian besar chatter yg merasa diri paling berarti,paling pintar,paling berkuasa,paling cantik,dsb. Bilamana masuk seseorang newcomer yg memiliki kemampuan yg minimal setara [bhkn lebih] ke dalam lingkaran 'kekuasaan' atau habitat mereka,maka kemungkinan besar akan terbentuk pola penolakan yg ditandai dgn aktivitas2 yg ditujukan untuk mengusir sang newcomer yg dianggap menyaingi superioritas mereka.
Secara tidak langsung aku pernah menjadikan diriku sebagai umpan observasi. Ketika aku masuk ke suatu habitat dimana aku dengan mudah menarik simpati begitu banyak orang karena kemampuanku mengeksplorasi sedikit kelebihan yg kupunyai,ada satu fenomena mencengangkan yg kudapatkan. Yaitu bersatunya chatter2 yg merasa tersaingi,untuk menusukku dari belakang dgn segala cara :) antara lain gossip,fitnah,pembuatan nick dan karakter yg meniruku,manipulasi data tentangku,hingga upaya banned dari mereka yg mempunyai kekuasaan di habitat tsb.
Semua itu kuhadapi dgn tawa dalam hati,karena aku merasa bagai masuk dalam lingkaran kegilaan yg mereka ciptakan.
Tengoklah,apa tidak gila namanya,jika blog2 yg kutulis selalu dianggap untuk mereka ? Bahkan lagu yg menjadi background blogku ini dianggap ungkapan perasaanku. Aku hanya tertawa tanpa pernah bisa menyampaikan,betapa sbtlnya rasa was2 dan curiga yg demikian besar sebetulnya adalah perubahan psikis yg sudah dialami sebagian besar chatter itu.
Dats why aku tak jemu menyuarakan dan mengimbau kepada siapapun agar 'BACK TO REAL'. Jadikanlah cyber itu sebagai sarana untuk menambah ilmu melalui gugling,bukan untuk berleha2,gaming,chatting,dan tetek bengek yg sebetulnya hanya mimpi dan semu. Tidak ada gunanya sama sekali.
Aku berusia 21 tahun,sudah merasa sangat takut terlambat sukses di real. Nah,bagaimana dgn anda yg berusia di atasku tapi belum bisa sukses di real ? So,aku selalu mengimbau,jadilah orang yg berkualitas DI REAL, bkn hanya jadi pengumpat,pemimpi,penggosip,pemfitnah,penuduh,pemalas di cyber. Mari kita berusaha sama2 berlomba,siapa yg tercepat meraih sukses dan kemandirian DI REAL, anda atau aku ? Karena kehidupan real itu membutuhkan org2 yg struggle dan gentle, tidak perlu banned segala :)
** teriring terimakasihku kpd siapapun yg tanpa mrk sadar telah kuobservasi untuk skripsiku.. Hihihi **
tags
mikir2
Jumat, Agustus 07, 2009
Suatu Malam di Leiden..
Dalam sebuah bis kota, seusai menghadiri acara makan malam yg diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Indonesia, eyang Rendra berkata,
"Jika suatu hari kelak kamu mencapai sesuatu yg kamu cita2kan,
jangan lupa bukalah ruang di dlm dirimu untuk orang lain.
Pelit dgn ilmu pengetahuan yg kamu kuasai dan harta,tak ada gunanya bagi kehidupan rohanimu.."
** in memoriam, W.S. Rendra **
"Jika suatu hari kelak kamu mencapai sesuatu yg kamu cita2kan,
jangan lupa bukalah ruang di dlm dirimu untuk orang lain.
Pelit dgn ilmu pengetahuan yg kamu kuasai dan harta,tak ada gunanya bagi kehidupan rohanimu.."
** in memoriam, W.S. Rendra **
tags
privee
Langganan:
Postingan (Atom)







at winny muthia marque99centrum

