Jumat, April 24, 2009

Mengerjap Mata

[cuplikan prosa 'Whiterose' by Winny Muthia]

Dan ketika kata-kata itu mengalir deras begitu rupa ;
"Tahukah kau, siapa yang selalu menantimu dalam relung malam berkabut jelaga ?
Tahukah kau, siapa yang mengusap pusara namamu di tiap menit berkilau air mata ?
Tahukah kau, siapa yang mengepakkan helai sayap cinta menuju tempatmu nun jauh berada ?
Tahukah kau, siapa yang menyuntikkan nafas dari nadinya, mengganti jiwamu yang telah tiada..?
Itulah aku.. hanya untukmu saja.."

Terkesiap aku mendengarnya.Sungguh tak kutahu, betapa dalam cinta itu menjelma..

Aku Menemukan Cinta..

Biarkan aku memandang wajahmu,
ketika kuukirkan semburat rasa yang menyalakan bara tubuhmu.
Aku lebur dalam pasrah yang melelehkan segala beku..

Biarkan aku memandang wajahmu,
ketika senja bermuara kepada malam,
dan cahya gemintang memutih bagai pualam,
memeluk harapku setinggi cakrawala,sedalam samudera,selembut tetes embun,seharum melati yang berumpun-rumpun,seindah tirani kasihmu yang diam-diam membelenggu..

Aku menemukan cinta,
Padamu..

Al Ashr [Demi Waktu]

dan ketika ufuk tlah memerah dengan semburat fajar,
pekik takbirku menyeruak menabuh gelegar
Allahu Akbar,
terima kasih Ya Allah,bumiku masih berputar..

Bagai Pedati di Kampung Sunyi

Mencumbu fajar, yang belum lagi menebar sinar,
denting genta gemerincing menapak jalan bebatuan..

Masihkah jauh, jalan ke pebukitan,
hingga jejakmu tetap mengikis setia rerumputan..

Kepada pagi, kepada siang dan malam,
yang menghunus sejumput harapan,
tak pernah berhenti,
sunyi meneriakkan isi hati..

Sabtu, April 18, 2009

Prudence without Anything. .

Begitu banyak teman pria yg mencoba menjalin persahabatan dgnku di chat,tetapi mayoritas selalu dgn embel2 'rasa'. . atau berusaha memanfaatkan sesuatu dariku [materi,dll]. Itu yg membuatku sebetulnya sangat tidak tertarik. Bila aku tidak merespons atau menghindar,sudah sangat biasa jika sebagian besar dr mereka menjelek2kan aku di cyber,dan menggiring opini bahwa Winny itu tidak baik,trouble maker,psikopat,hamil,cybersexmania,bla bla bla.Padahal Tuhan di atas sana Maha Menyaksikan semuanya. . :)

Tetapi dari kesemuanya itu,ada banyak pria jg yg sangat2 tulus kepadaku.Misalnya Brian, walau sdh berkeluarga tetapi ia menganggapku murni sbg adik.Ia sering tugas ke luar negeri,dan sekotak coklat dan gantungan kunci adalah kiriman2nya untukku,memupuskan gossip kmrn2 bhwa alamat Winny itu palsu.Juga Bang Fairiel,Fariz,Luthfi,Franz,mereka tergolong pria2 tulus yg menyupport aku dr jauh tanpa embel2 rasa,cinta,pemanfaatan materi,dll.Itulah pria yg gentle dan sejati menurutku. . :) aku bangga bersahabat dgn mereka. .

Jumat, April 17, 2009

Seseorang dari Masa Lalu. .

Sebuah PM di inbox account Facebookku membuatku terkesima.
'Hai cuplis. .apa kabarnya ni. . ?'
Sapaan singkat dan panggilan kesayangan itu,cuma dia yang biasa ucapkan.

Ingatanku melayang ke sekitar thn 2005,ketika aku,dia,dan kak Mela bersahabat di chat.Kami bertiga selalu bersama,sangat akrab.Sayang sekali sebuah gossip yg disebarkan oleh seorang lelaki yg dendam stlh kutagih pinjamannya sbsr 4 juta rp,merenggangkan persahabatan kami.

Dulu aku sering mengusilinya.Tiap malam minggu,saat dia apel dan bersama dgn pacarnya,aku sering miscall bolak balik hpnya. .hehe. .atau mengirim sms2 ledekan. .sampai kadang2 dia matikan hp karena berisik wahahaha. .

Dia senang menyanyi,senang lagu2 baru.Tapi jg setia menanti saat2ku operasi dulu.
Aku tidak menyangka dia msh mengingatku,karena kami memang sdh btl2 putus kontak,nmr hpnya sdh ganti.

Dia,bang Fairiel dr Samarinda,Kaltim. .dia abang angkatku yg mencariku via Facebook.
Aku bahagia banget menemukan kembali saudara angkatku di maya. . -hug-

Indonesian Career Women, Patterns and Way of Thinking

Jika kita melihat terutama di Jepang, Beijing, New York, Singapura, waktu disana amat sangat dihargai.Seluruh penjuru kota bergerak dinamik dan benar-benar hidup dari waktu ke waktu, bagai detak nadi yang tak pernah berhenti berdenyut.

Jika kita mau mengamati juga, sebenarnya mungkin hanya di Indonesialah fenomena servants dan nannies tumbuh subur,terutama di perkotaan dimana banyak wanita berkarier walau telah berumahtangga.

Dua hal yang berseberangan, “cara menghargai waktu” dan “fenomena servants-nannies yang tumbuh subur”, sebenarnya didasari oleh satu inti masalah yang sama, yaitu kemandirian.
Begitu banyak wanita karier yang mempercayakan kehidupan rumahtangganya kepada para servants, dan perawatan anak2nya kepada para nannies/baby sitter,itu semua dikarenakan posisi karier mereka yang sayang bila dilepas,sehingga acapkali mereka lupa kewajibannya sebagai istri dari seorang suami adalah mengurus rumahtangga dan anak, bukannya mencari penghasilan.
Disatu sisi mereka sangat mandiri,tidak bergantung terus menerus pada suami, namun di sisi lain sebenarnya mereka amat sangat bergantung kepada para tangan kanan tersebut[servants-nannies].

Seringkali aku mengamati kehidupan wanita karier di lingkungan keluargaku,dan lingkungan sekitar rumahku,betapa kebutuhan suami dan anak acapkali diserahkan total kepada para servants-nannies. Bahkan di akhir minggu, saat kantor tutup dan tidak ada aktivitas kerja sekalipun, boleh jadi pekerjaan servants-nannies itu malah bertambah banyak, karena sang “Boss Wanita” berada di rumah dan menginstruksikan extra pekerjaan2 rumah yang dalam kesehariannya tidak dilakukan, seperti membongkar lemari pakaian, membongkar gudang, memasak makanan2 spesial,dll.

Kembali ke awal bahasan, kuamati di luar negeri banyak wanita-bekerja membawa anak dalam gendongan, dlm kereta dorong, dlm mobil.Kadang kulihat wanita karier yang di sela2 kesibukannya, menyempatkan diri berbelanja ke supermarket membawa kantung2 belanja yang dibopong sendiri.
Aku juga kerap berpikir, begitu banyak peralatan elektrik yang menunjang pekerjaan rumah tangga dengan segala kecanggihannya.Mesin cuci otomatis yang cuciannya langsung kering,mesin cuci piring, microwave, bahkan kompor dengan timer,juga penyedot debu, semua didesain dengan kemudahan bagi penggunanya.
Di luar negeri semua itu dipergunakan dengan tepat dan optimal, sehingga tanpa bantuan servantspun kehidupan rumahtangga bisa berjalan dengan segala keteraturannya.

Lantas apa yang membuat wanita karier di luar negeri dan wanita karier di Indonesia sangat BERBEDA ? Jawabannya adalah kemandirian.
Kemandirian wanita karier di luar negeri membuat mereka sangat menghargai waktu.Sehingga seringkali segala hal dibuat based on time.Dari saat bangun pagi, siang, hingga malam menjelang, waktu dibagi dengan cermat, dengan pemanfaatan kecanggihan peralatan elektrik yang dapat menunjang. Sedangkan di Indonesia aku melihat,justru karier dijadikan sebagai tameng untuk tidak melakukan kewajiban2 sebagai istri.Dengan alasan lelah setelah bekerja seharian, dengan alasan waktunya habis untuk bekerja, gaji dan penghasilan yang mereka peroleh justru dipakai untuk membayar para servants dan nannies.. Bahkan pada kenyataannya, peralatan elektrik yang dibeli bukanlah untuk dipergunakan sendiri,melainkan menjadi UKURAN tingkat kesuksesan., begitu pula dengan jumlah servants dan nannies.

Aku sering berpikir, andai aku kelak menjadi wanita karier yang mempunyai anak dan suami, aku tidak ingin menerapkan pola pemikiran wanita karier Indonesia dalam kehidupan rumahtanggaku. Sebab menjadi istri dari seorang suami pada dasarnya memiliki konsekuensi untuk melakukan kewajiban2 selaku istri. Aku ingin memasakkan makanan untuk suami dan anakku, aku ingin menyiapkan pakaian suami dan anakku, aku ingin mengawal anak2ku untuk tumbuh dan berkembang,mendidiknya terutama dalam masa2 awal pembentukan pribadinya. Tetapi akupun tidak akan menyia2kan potensi yang ada pada diriku untuk mengembangkan diri dan memanfaatkannya untuk mendapatkan penghasilan juga.
Itulah yang kusebut mandiri dalam status sebagai istri..

Sabtu, April 11, 2009

Kenangan..

Long weekend kali ini aku mengurus rumah peninggalan papah di Jakarta,tempat aku pernah menempuh kenangan2 indah bersama papah semasa hidupnya.Aku dan mamah memutuskan untuk menjualnya dan menetap di Bandung saja.
Terlalu banyak kenangan indah disini,menjualnya bukan berarti mengubur semua kenangan itu, karena tidak akan pernah ada kenangan yang akan terkubur mati bersama kepergian papah, Insya Allah..


Pojok kamar tempatku biasa karaoke..




Kamar tidurku..



Ruang tempat papah biasa menasehatiku..



Ruang tempatku biasa melamun..

Senin, April 06, 2009

Golput ? Owh No. .

Aku orang yg selalu mempunyai pilihan,seburuk apapun hasilnya.Itulah yg kusebut sebagai prinsip.

Tahun ini pertama kali aku akan menggunakan hak pilihku.Aku tegas menyatakan bahwa aku tidak akan termasuk dlm jajaran Golput.
Aku sudah punya pilihan.
Namun sebagai seorang Inverse Thinker,aku mempunyai pilihan yg berbeda dgn umumnya gadis seusiaku. . :)

Yang jelas,aku tidak terjebak pada pemikiran sebagian besar orang yang merunut ke masa yg lewat.Pun tidak terjebak pada pemikiran sebagian besar orang yang terlalu mengacu pada kebesaran nama,pada fanatisme agama,dll etc. . :)

Jumat, April 03, 2009

Just a Lil Note from Me. .

Jangan pernah menulis untuk mendapatkan komentar,untuk pujian,untuk ngetop,untuk dilihat sbg orang pintar.
Namun,menulislah karena kita INGIN menulis. . Bukan karena PANDAI menulis.

Seseorang yg menulis untuk mencari pujian dan komentar,biasanya takut dan gentar untuk menulis di komunitas yg besar.
Maka catatan penuh kerendahan hati dariku kali ini, 'Lebih baik menjadi seorang yg kecil di sebuah komunitas besar,namun punya arti.Daripada mempunyai nama besar di sebuah komunitas yg kecil,namun tidak berkembang. .' :)

Tidak hanya dalam menulis,tapi dlm realita kehidupan sehari2 bisa kita terapkan.
Beranilah untuk melangkah ke dunia yg lebih luas,SEBAGAI DIRIMU SENDIRI.Maka kita akan dapati,bahwa kita masih BELUM PUNYA APA2 dibanding ratusan juta orang2 di luar sana.Itu akan membuat kita terus terpacu dlm berfikir untuk mengembangkan diri. . tidak hanya diam dan statis di sebuah lingkup yg kecil. .

Senin, Maret 30, 2009

How to Keep Stayin'..

Kalau mau dibilang bersyukur, Alhamdulillah, aku sangat mensyukuri kehidupanku.
Walau semuda ini telah ditinggal selamanya oleh almarhum papah,namun selama 20 tahun papah telah membekaliku dengan ilmu yang tak kudapatkan dari lembaga pendidikan manapun.

Satu hal yang beruntung kumiliki sejak kecil yaitu Keberanian dan Kemandirian.
Sejak umur 7 tahun aku sudah terbiasa bepergian jarak jauh, sendirian saja.
Dulu rute yang biasa kutempuh adalah Jakarta-Kualalumpur,Jakarta-Johor, dan Jakarta-Yogyakarta.Walau naik pesawat,tante menitipkanku pada pramugari, dan di tempat tujuan,aku dijemput oleh mamah atau papah.
Itu sebabnya aku sudah pernah memiliki pengalaman menaiki semua jenis angkutan,darat-laut-udara.. dari mulai angkutan kota,bis,trem,kereta api,pesawat,kapal laut,perahu,speedboat,hingga rakit..
Dan alhamdulillah kalau dihitung2 sudah kira2 8 negara yang kukunjungi sejak kecil.
Dimulai dari tanah leluhur di Perancis,Belanda,Italia,Jepang,Thailand,Brunei,Singapura,hingga Malaysia.
Dari kesemuanya, hanya Singapura dan Malaysia yang seolah sudah menjadi 'rumah' keduaku setelah Indonesia.

Bagaimana caraku untuk bisa berani dan mudah beradaptasi sendirian di negeri orang yang asing ?
Aku punya 4 cara yang selalu kulakukan :

1. Begitu mendarat di tanah asing, nomor satu yang akan kulakukan adalah berkenalan dengan seorang Petugas Security Bandara, banyak bertanya kepadanya,meminta nomor handphonenya.

2. Keluar dari Bandara, aku mencari seorang sopir taksi, berkenalan dengannya dan meminta nomor handphonenya, bercerita ttg asal usul kita,keperluan kita, dan minta diantar ke tempat tujuan kita.

3. Memiliki peta kota yang kita singgahi

4. Tahu sedikit percakapan dalam bahasa nasionalnya, berani bertanya,berani bicara,berani malu,berani nyasar..

Thats why aku mempunyai banyak saudara angkat/abang angkat di luar negeri yang berprofesi sebagai sopir taxi, petugas kesehatan, security.. wahahaha.. karena biasanya mereka sangat2 tulus jika kumintai tolong..

Dulu aku biasa nyangkut di terminal bus [kalau baru tiba dari Indonesia], aku tinggal telepon abang angkatku yang sopir taxi, eng ing eng.. dia muncul.. kadang2 aku tidak ditarik bayaran sesenpun.. wahahaha..
Kuncinya adalah ramah, dan tulus benar2 menganggapnya seperti abang kandung..maka diapun akan membalas dengan ketulusan yang serupa bahkan lebih..

Talk Less, Do More..

Mungkin terlalu sering kita mendengar orang menulis idealismenya.. berdasarkan ilmu psikologilah, ajaran inilah, ajaran itulah,juga banyak yang menulis tentang "Hari Yang Indah"lah, Hati Yang Bersihlah,Orang Miskin Teraniayalah, dll dsb dst..
But why.. ? Mengapa hanya berucap ? Mengapa hanya menulis ?

Berbuat karya nyata itu tidak perlu metoda, tidak perlu tatacara, tidak perlu basa basi, yang diperlukan hanya niat,waktu, dan kemauan.Tidak perlu menulis dengan bahasa apik,rapi, lalu dipampang di situs2 terkenal dengan berharap mendapatkan komentar2 yang berjibun.. atau bahkan pujian yang manis..

Kalau belakangan ini blogku tidak sering diisi tulisan, bukannya aku sedang kehabisan ide menulis.Aku tetap menulis dimanapun aku berada, walau tidak kupublikasikan. Ideku menumpuk, namun aku merasa waktu 24 jam ini sangat kurang untukku.. untuk melakukan semua aktivitasku.
Itulah mengapa aku mengajakmu,kawan, untuk berbuat karya nyata seoptimal mungkin. Agar waktu yang kita punyai tidak tersia2 cuma dengan menimang2 khayalan, imajinasi, rencana2,teori2, tanpa ada hasil.Teori sebagus apapun tidak ada gunanya kalau cuma ditulis,dipikir, tanpa diterapkan di dunia nyata.Gelar Sarjana atau Professor sekalipun tidak ada gunanya kalau cuma jadi pajangan penghias nama..

So, semboyan "Talk Less, Do More" sebenarnya hanya sindiran bagi orang2 yang cuma besar di cyber, namun nonsens di dunia real.. :) :)