Teman2 yg setia masuk ke private blogku di myopera mungkin sudah sangat tahu,sejak dulu aku sangat concern dgn masalah TKI dan sering mengulas dlm tulisan2ku. Karena apa ? Karena aku sejak kecil sudah tahu dan mengamati bgmn sebetulnya kehidupan dan pekerjaan para TKI di Malaysia. Sejak dulu pula aku selalu mengimbau siapapun utk lebih sungguh2 menangani TKI di luar negeri,walau mungkin imbauan2 itu bagaikan sebutir debu di padang pasir maha luas,musykil didengar siapapun yang berwenang.
So aku sangat gembira ketika kali ini pemerintah agak lebih menaruh perhatian, setelah adanya kasus Siti Hajar. Mudah2an serius untuk ditangani dan bukan hanya dimanfaatkan untuk kepentingan politis sesaat saja.
Dan yg lbh penting lagi kurasa bukan semata menjatuhkan dakwaan atau kesalahan kpd negara pengguna tenaga TKI,tapi lbh baik mendalami dan instrospeksi mengapa kasus2 itu bisa terjadi. Apakah penanganan yg krg baik, tenaga kerja yg tdk trampil, etos kerja yg buruk, dll. Sebenarnya mudah ditelusuri jika keseriusan dr pemerintah memang ada.. Hehe..
Selasa, Juni 16, 2009
Selasa, Juni 09, 2009
Proporsional :)
Nenekku,tanteku,omku,mamahku,adalah orang2 yg pendidikannya berlatar belakang Hukum,wihihi.. Tapi ada yg spesialisasinya ke Notariat,ke Perdata,dan ke Pidana.
Ketika suatu hari aku ditanya oleh nenekku - mengapa aku tidak tertarik memilih kuliah di Fakultas Hukum juga - aku hanya menjelaskan dgn bahasa sederhana sbb : Aku tidak mau jd notaris, karena sesuai kode etiknya aku tidak mungkin menjadi notaris gratisan. Aku tidak mau menjadi hakim dan jaksa karena memutuskan dan menuntut perkara itu tanggungjawabnya secara morality sangat berat,dunia akherat. Aku tidak mau menjadi pengacara karena TUGAS PENGACARA ADALAH MENGAKOMODASI KEPENTINGAN KLIENNYA..dan itu sangat bertentangan dgn nuraniku.. hihi -nyengir-
Ketika suatu hari aku ditanya oleh nenekku - mengapa aku tidak tertarik memilih kuliah di Fakultas Hukum juga - aku hanya menjelaskan dgn bahasa sederhana sbb : Aku tidak mau jd notaris, karena sesuai kode etiknya aku tidak mungkin menjadi notaris gratisan. Aku tidak mau menjadi hakim dan jaksa karena memutuskan dan menuntut perkara itu tanggungjawabnya secara morality sangat berat,dunia akherat. Aku tidak mau menjadi pengacara karena TUGAS PENGACARA ADALAH MENGAKOMODASI KEPENTINGAN KLIENNYA..dan itu sangat bertentangan dgn nuraniku.. hihi -nyengir-
tags
privee
Senin, Juni 08, 2009
Blunder..
Sesuatu yg terasa sangat menyakitkan,memuakkan,menjijikkan,menakutkan, biasanya akan terekam ke dlm alam bawah sadar kita, dan sulit untuk kita lupakan..
Jadi aneh betul jika seseorang berujar 'Mom, I forget how it was happened actually.. Mom,aku lupa kejadiannya.. Mom,aku tidak tahu bagaimana awal peristiwanya.. ' dlldsbdstetc.. -nyengir mlintir-
Jadi aneh betul jika seseorang berujar 'Mom, I forget how it was happened actually.. Mom,aku lupa kejadiannya.. Mom,aku tidak tahu bagaimana awal peristiwanya.. ' dlldsbdstetc.. -nyengir mlintir-
tags
mikir2
Jumat, Juni 05, 2009
Trend Black Campaign
Dari Capres,Cawapres,Tim Sukses mereka,Aqua,hingga Prita.. Semuanya ada point Black Campaign. Lagi trendkah ? Mungkin iya. Tapi Winny sdh pernah lebih dulu mengalaminya,menjadi korban Black Campaign. Ehm..kapan2 aje deech ceritanya..baru nyampe nii..capek..wihihi..
tags
diary
Crazy With 'Crazy in Love'
Guys were crazy in love with their crazy loves..
Bukan sekali dua kali aku menerima email berisi ajakan menikah dari teman cyber atau visitor blogku :)
Aku tak hendak mempermasalahkan bagaimana perasaan cinta bisa lahir hanya krn membaca tulisan2ku atau berbincang dgnku.
Aku hanya ingin bertanya kpd diriku sendiri,apakah aku masih mempunyai 'rasa' itu ?
Dari seorg gadis muda yg biasanya dituntun,diurusi,kini AKU-lah yg harus mengawal seorang wanita muda jg yg cantik,atraktif,namun sdg down secara mentally.Dialah mamahku tercinta.. Mungkin kami saling memapah dlm melangkah kini,she needs a shoulder and there's only mine..,a little girl yg sebenarnya sedang belajar 'terbang' with a pair of wings yg baru tumbuh..
Mungkin masih ada 'rasa' walau secercah, tapi at least aku tidak bisa menghadiahkannya kpd seorg lelaki yg mudah patah,yg menjadikanku justru sbg tempat menangis,berkeluh dan bersandar :)
Perhaps I need a man yg struggle,gentle,punya visi ke depan,karena saat ini aku sdg dlm proses utk tidak pernah menangis dlm kondisi seburuk apapun,demi seorang mamah,wanita tercinta yg papah telah titipkan kepadaku..
Bukan sekali dua kali aku menerima email berisi ajakan menikah dari teman cyber atau visitor blogku :)
Aku tak hendak mempermasalahkan bagaimana perasaan cinta bisa lahir hanya krn membaca tulisan2ku atau berbincang dgnku.
Aku hanya ingin bertanya kpd diriku sendiri,apakah aku masih mempunyai 'rasa' itu ?
Dari seorg gadis muda yg biasanya dituntun,diurusi,kini AKU-lah yg harus mengawal seorang wanita muda jg yg cantik,atraktif,namun sdg down secara mentally.Dialah mamahku tercinta.. Mungkin kami saling memapah dlm melangkah kini,she needs a shoulder and there's only mine..,a little girl yg sebenarnya sedang belajar 'terbang' with a pair of wings yg baru tumbuh..
Mungkin masih ada 'rasa' walau secercah, tapi at least aku tidak bisa menghadiahkannya kpd seorg lelaki yg mudah patah,yg menjadikanku justru sbg tempat menangis,berkeluh dan bersandar :)
Perhaps I need a man yg struggle,gentle,punya visi ke depan,karena saat ini aku sdg dlm proses utk tidak pernah menangis dlm kondisi seburuk apapun,demi seorang mamah,wanita tercinta yg papah telah titipkan kepadaku..
tags
diary
Journalism, Finding The Truth
Tulisanku tentang TKW dan kehidupan yg sebenarnya di tempat mereka bekerja,itu sebenarnya adalah proses yg kulakukan dalam rangka memisahkan secara proporsional mana tulisanku yg bersifat journalism dan mana yg bersifat reportage.
Jika reportage hanya menyajikan fakta yg terlihat/terdengar tanpa ada pendalaman pembuktian apakah benar atau salah,Journalism menyajikan fakta yg juga 'de jure',yakni telah dibuktikan dan dilakukan eksaminasi.
Aku sangat concern dgn mslh2 wanita dan humaniora,tapi tidak lantas memihak pd wanita manapun tanpa lebih dulu menimbang,mencermati,mendalami. Itu sbbnya thdp kasus Manohara aku banyak menimbang dari berbagai sudut,bkn semata memihak hanya krn sbg sesama Indonesian,sesama woman. Mungkin agak menentang arus,tapi bkn Winny Muthia namanya jika berpola fikiran sama dgn kebanyakan orang :)
Tengoklah..bhkn seorg Ratna Sarumpaet yg notabene seorg aktivis wanitapun tdk lantas serta merta membabibuta memihak dan mengangkatnya ke forum lintas negara ASEAN.Bhkn ia berujar,sangat tidak dewasa jika hanya berbicara dari satu media ke media lain dgn memanfaatkan situasi psikologis bgsa Indonesia yg sdg panas karena kasus Ambalat.
Aku hanya ingin menyampaikan ,tulisanku ttg TKW itu sebetulnya bertujuan utk membuka mata kita semua,agar jgn lgsg menyalahkan negara lain tempat TKW bekerja sbg pelanggar HAM dlldsb. Tapi cobalah selami khdpn para TKW disana. Boleh jadi mrk kerap disiksa krn pengetahuan bahasa,ketrampilannya tidak memadai untuk dipekerjakan. Para majikan yg sudah membayar mahal untuk agen,asuransi,dll tentu mengharapkan pengeluaran yg mahal tsb jg terbayar dgn mendapatkan pekerja yg siap pakai,bkn pekerja yg tidak tahu apa2 dan 'tidak mampu bekerja baik'.
Ketika reportage dari media2 Indonesia mengulas ttg kasus2 TKI,tdk pernah ada yg serius mendalami mengapa dan bagaimana fakta itu BISA terjadi. Itulah mengapa aku sgt menyesalkan peran journalist2 kita yg belum terlihat. Aku pribadi menganggap reportage2 itu akan lbh bernilai jika disajikan bkn semata untuk menaikkan oplag,tapi juga untuk membuka jalan bagi para journalist,demi kepentingan dan harkat bangsa juga.
Khusus mengenai kasus Manohara, terlalu banyak 'lubang'nya. Banyak hal2 yg kadar logikanya mengambang [untuk sekedar memperhalus kata 'tidak logik'..hehe]. Sejak awal kasus ini mencuat atau dicuatkan [he he],aku sudah tidak tertarik untuk ikut mendukung.Ini pendapat pribadiku. Berlainan dgn kasus kematian David di Singapore yg aku jelas2 sangat pro dan wanna support directly [andai ku boleh dan sanggup]. Sbb dlm kasus David,visum dikeluarkan secara resmi.Ada bukti,saksi,itu yg sangat penting jika suatu mslh masuk jaring hukum.
Thats why Finding The Truth bagiku adalah spirit bagi para journalist untuk membuktikan sejauh mana keprofesionalismean dlm menyajikan tulisan/ berita yg btl2 dpt dipertanggungjawabkan kebenarannya,bkn sekedar reportage yg memaparkan tanpa memilah mana yg sbtlnya hanya gossip,fitnah,HOAX,dst. Itulah keindahan dlm journalism menurutku , finding the truth yg org lain tdk pernah tahu sblmnya.. :)
Jika reportage hanya menyajikan fakta yg terlihat/terdengar tanpa ada pendalaman pembuktian apakah benar atau salah,Journalism menyajikan fakta yg juga 'de jure',yakni telah dibuktikan dan dilakukan eksaminasi.
Aku sangat concern dgn mslh2 wanita dan humaniora,tapi tidak lantas memihak pd wanita manapun tanpa lebih dulu menimbang,mencermati,mendalami. Itu sbbnya thdp kasus Manohara aku banyak menimbang dari berbagai sudut,bkn semata memihak hanya krn sbg sesama Indonesian,sesama woman. Mungkin agak menentang arus,tapi bkn Winny Muthia namanya jika berpola fikiran sama dgn kebanyakan orang :)
Tengoklah..bhkn seorg Ratna Sarumpaet yg notabene seorg aktivis wanitapun tdk lantas serta merta membabibuta memihak dan mengangkatnya ke forum lintas negara ASEAN.Bhkn ia berujar,sangat tidak dewasa jika hanya berbicara dari satu media ke media lain dgn memanfaatkan situasi psikologis bgsa Indonesia yg sdg panas karena kasus Ambalat.
Aku hanya ingin menyampaikan ,tulisanku ttg TKW itu sebetulnya bertujuan utk membuka mata kita semua,agar jgn lgsg menyalahkan negara lain tempat TKW bekerja sbg pelanggar HAM dlldsb. Tapi cobalah selami khdpn para TKW disana. Boleh jadi mrk kerap disiksa krn pengetahuan bahasa,ketrampilannya tidak memadai untuk dipekerjakan. Para majikan yg sudah membayar mahal untuk agen,asuransi,dll tentu mengharapkan pengeluaran yg mahal tsb jg terbayar dgn mendapatkan pekerja yg siap pakai,bkn pekerja yg tidak tahu apa2 dan 'tidak mampu bekerja baik'.
Ketika reportage dari media2 Indonesia mengulas ttg kasus2 TKI,tdk pernah ada yg serius mendalami mengapa dan bagaimana fakta itu BISA terjadi. Itulah mengapa aku sgt menyesalkan peran journalist2 kita yg belum terlihat. Aku pribadi menganggap reportage2 itu akan lbh bernilai jika disajikan bkn semata untuk menaikkan oplag,tapi juga untuk membuka jalan bagi para journalist,demi kepentingan dan harkat bangsa juga.
Khusus mengenai kasus Manohara, terlalu banyak 'lubang'nya. Banyak hal2 yg kadar logikanya mengambang [untuk sekedar memperhalus kata 'tidak logik'..hehe]. Sejak awal kasus ini mencuat atau dicuatkan [he he],aku sudah tidak tertarik untuk ikut mendukung.Ini pendapat pribadiku. Berlainan dgn kasus kematian David di Singapore yg aku jelas2 sangat pro dan wanna support directly [andai ku boleh dan sanggup]. Sbb dlm kasus David,visum dikeluarkan secara resmi.Ada bukti,saksi,itu yg sangat penting jika suatu mslh masuk jaring hukum.
Thats why Finding The Truth bagiku adalah spirit bagi para journalist untuk membuktikan sejauh mana keprofesionalismean dlm menyajikan tulisan/ berita yg btl2 dpt dipertanggungjawabkan kebenarannya,bkn sekedar reportage yg memaparkan tanpa memilah mana yg sbtlnya hanya gossip,fitnah,HOAX,dst. Itulah keindahan dlm journalism menurutku , finding the truth yg org lain tdk pernah tahu sblmnya.. :)
tags
mikir2
Senin, Juni 01, 2009
Manohara,from My Different Insight..
* Aku tidak mendukungnya *
Mungkin ada baiknya kita merenung,melihat dari sudut pandang yang logis,mengesampingkan sejenak rasa keberpihakkan sbg sesama orang Indonesia.. Like this :
Mungkin dia menikah dlm usia yg too young,saat dimana mimpi masih mendominasi pola pikirnya ; menikah dengan seorang 'Raja',bergelimang harta,terkenal.Seperti Cinderella..
Then ketika ternyata kenyataan yg DIJALANI ternyata sesuatu yg sangat jauh dr impian : at least dia tidak bisa hidup bebas disaat usia dan kebeliaannya sangat menginginkan kebebasan,at least dia terikat dgn protokoler istana,at least dia hidup di negara asing tanpa ibu/saudara/teman yg bisa diajak bercengkrama,at least dia mempunyai tugas2 protokoler selaku istri,and so on. Semuanya lantas menjadi beban yg menekannya..
No prejudging,aku hanya berpikir dari sudut pandangku.. Dengan berangkat dari satu pemikiran sederhana : Dia tak mungkin dipertahankan/diperlakukan tetap dlm posisi sbg bagian dari istana, tetap diajak kemana2 jika dia tidak disayangi..
Isn't it rite ? :)
Mungkin ada baiknya kita merenung,melihat dari sudut pandang yang logis,mengesampingkan sejenak rasa keberpihakkan sbg sesama orang Indonesia.. Like this :
Mungkin dia menikah dlm usia yg too young,saat dimana mimpi masih mendominasi pola pikirnya ; menikah dengan seorang 'Raja',bergelimang harta,terkenal.Seperti Cinderella..
Then ketika ternyata kenyataan yg DIJALANI ternyata sesuatu yg sangat jauh dr impian : at least dia tidak bisa hidup bebas disaat usia dan kebeliaannya sangat menginginkan kebebasan,at least dia terikat dgn protokoler istana,at least dia hidup di negara asing tanpa ibu/saudara/teman yg bisa diajak bercengkrama,at least dia mempunyai tugas2 protokoler selaku istri,and so on. Semuanya lantas menjadi beban yg menekannya..
No prejudging,aku hanya berpikir dari sudut pandangku.. Dengan berangkat dari satu pemikiran sederhana : Dia tak mungkin dipertahankan/diperlakukan tetap dlm posisi sbg bagian dari istana, tetap diajak kemana2 jika dia tidak disayangi..
Isn't it rite ? :)
tags
mikir2
Minggu, Mei 31, 2009
Siapa Pengatur Kuasa ?
Winny says, "Bagaimanapun bentuk kekuasaan itu,jika sang penguasa hanya mengandalkan visi dan kekuatan/kemampuan daya fikir tanpa mempunyai kekuatan finansial,maka somebody/something behinds the scene yg mempunyai kekuatan finansial yg menyokongnya adalah sebenar2nya penguasa yg memegang kendali.. "
So dlm skala kecil mgkn bisa diibaratkan istri yg menjadi penyangga utama keuangan rumahtangga,atau bisa juga suatu situs yg didanai oleh donatur tetap :p.. Owner atau kepala keluarga cuma hanya akan menjadi robot.. :p wahahaha..kagak baguuus la yawww..
Dlm skala besar ? Owh,mungkin Wapres dgn kekayaan lbh besar dibanding Sang Presiden..baik kekayaan materi,kekayaan pendukung,atau kekayaan nafsiii.. Hihihi..
So dlm skala kecil mgkn bisa diibaratkan istri yg menjadi penyangga utama keuangan rumahtangga,atau bisa juga suatu situs yg didanai oleh donatur tetap :p.. Owner atau kepala keluarga cuma hanya akan menjadi robot.. :p wahahaha..kagak baguuus la yawww..
Dlm skala besar ? Owh,mungkin Wapres dgn kekayaan lbh besar dibanding Sang Presiden..baik kekayaan materi,kekayaan pendukung,atau kekayaan nafsiii.. Hihihi..
tags
mikir2
Jumat, Mei 29, 2009
Pertanyaan Nyleneh Seorang Winny
Jika Facebook difatwakan HARAM, mengapa kondom dan lokalisasi tidak ? Hihihi..
tags
mikir2
Kamis, Mei 28, 2009
Jurnalisme-Observasi
Semua tulisanku adalah hasil pengendapan semua yg pernah kudalami,kualami,dan kujalani. Karena aku berpendapat,penulis itu ibarat guru. Sebelum bisa menuliskan,seyogyanya hrs faham betul apa yg akan ditulis dan disajikan kepada pembaca.
Thats why aku tertawa ketika seorang perempuan mobit [yg merasa piawai menulis] menganggapku mengada2 ketika aku menulis ttg Musashi. Ia menuduh aku menulis dr hasil gugling. Pdhl aku sudah membaca Musashi disaat aku duduk di kelas dua SD. Bahkan di situs myopera-ku, aku mengupload foto koleksi buku Musashiku yg berjilid2 tebal dan kertasnya mulai menguning.
Ketika aku telah mendalami,menjalani,mengalami hal2 yg lantas kutuangkan dlm tulisan,aku merasakan kepuasan yg tak terukur dgn apapun. Pengalaman dlm hidupku memang terlalu jauh untuk ukuran gadis seusiaku,namun demikian aku sangat bersyukur mendapatkannya. Membaginya dgn orang lain bukan untuk menyombongkan diri,namun sebaliknya aku ingin memberi inspirasi bahwa begitu banyaknya hal terbaik yg bisa kita capai tanpa perlu merasa rendah diri dgn kekurangan2 kita,asal kita mau terus belajar dan mengeksplorasinya sehingga menjadi satu kelebihan..
Thats why aku tertawa ketika seorang perempuan mobit [yg merasa piawai menulis] menganggapku mengada2 ketika aku menulis ttg Musashi. Ia menuduh aku menulis dr hasil gugling. Pdhl aku sudah membaca Musashi disaat aku duduk di kelas dua SD. Bahkan di situs myopera-ku, aku mengupload foto koleksi buku Musashiku yg berjilid2 tebal dan kertasnya mulai menguning.
Ketika aku telah mendalami,menjalani,mengalami hal2 yg lantas kutuangkan dlm tulisan,aku merasakan kepuasan yg tak terukur dgn apapun. Pengalaman dlm hidupku memang terlalu jauh untuk ukuran gadis seusiaku,namun demikian aku sangat bersyukur mendapatkannya. Membaginya dgn orang lain bukan untuk menyombongkan diri,namun sebaliknya aku ingin memberi inspirasi bahwa begitu banyaknya hal terbaik yg bisa kita capai tanpa perlu merasa rendah diri dgn kekurangan2 kita,asal kita mau terus belajar dan mengeksplorasinya sehingga menjadi satu kelebihan..
tags
privee
Senin, Mei 18, 2009
Need Not..
Aku tak perlu a shoulder to cry on,since I'm very sure bahwa aku ingin memiliki someone's shoulder untuk bisa kulihat dan memberiku inspirasi sebetapa kuatnya dia menjadi tempat bersandar bagi semua org yg membutuhkan..
Aku tidak ingin menjadi seorang perempuan yg hanya bisa mencari a shoulder to cry on dan berkeluh kesah,karena Allah telah memberiku tangan untuk memberi,kaki untuk melangkah,otak untuk berfikir,dan nurani untuk menyeimbangkan kesemuanya itu..
Aku tidak ingin menjadi seorang perempuan yg hanya bisa mencari a shoulder to cry on dan berkeluh kesah,karena Allah telah memberiku tangan untuk memberi,kaki untuk melangkah,otak untuk berfikir,dan nurani untuk menyeimbangkan kesemuanya itu..
tags
diary
Sabtu, Mei 09, 2009
Antasari, Novum Adagium yang Terkikis Opini
Siapapun tentu terkejut dengan kasus yang kini mengaitkan sosok Antasari.
Bukan wewenang aku, kita, untuk menyatakan beliau bersalah/tidak.
Namun dari berbagai tayangan media, aku melihat adanya dua hal yang terasa 'dipaksakan' dalam kasus tersebut.
Hal pertama adalah pembentukan opini untuk public-consumption yang mengacu pada bukti2 yang 'DIARAHKAN' untuk membentuk prejudgement terhadap Antasari, sehingga dari awal kasus ini mencuat, beliau seolah telah divonis sebagai tersangka,walau belum menjalani penyidikan satu kalipun.
Hal kedua adalah novum2 [bahasa hukum dari 'bukti'] yang hanya diarahkan kepada skandal perebutan wanita, walau musykil rasanya seorang Antasari bisa memerintahkan pembunuhan hanya karena perkara sepele semacam itu.
Sebagai orang awam aku hanya berharap bahwa kasus ini tidak menjadi kasus yang sama halnya dengan pembunuhan Munir, pahlawan Hak Asasi Manusia yg pernah Indonesia miliki. Mengapa ? Karena feelingku mengatakan, ada banyak silent-touch dari pihak tertentu yang secara tak langsung telah mengendalikan kasus tersebut, tanpa disadari oleh banyak pihak, bahkan mungkin oleh korban Nasrudin atau Rani sendiri.
Jadi mungkin memang ada benarnya pendapat dari seorang ahli intelejen bahwa benang merah pada kasus Antasari nampaknya berada pada sosok Sigit.. hehehe..
Bukan wewenang aku, kita, untuk menyatakan beliau bersalah/tidak.
Namun dari berbagai tayangan media, aku melihat adanya dua hal yang terasa 'dipaksakan' dalam kasus tersebut.
Hal pertama adalah pembentukan opini untuk public-consumption yang mengacu pada bukti2 yang 'DIARAHKAN' untuk membentuk prejudgement terhadap Antasari, sehingga dari awal kasus ini mencuat, beliau seolah telah divonis sebagai tersangka,walau belum menjalani penyidikan satu kalipun.
Hal kedua adalah novum2 [bahasa hukum dari 'bukti'] yang hanya diarahkan kepada skandal perebutan wanita, walau musykil rasanya seorang Antasari bisa memerintahkan pembunuhan hanya karena perkara sepele semacam itu.
Sebagai orang awam aku hanya berharap bahwa kasus ini tidak menjadi kasus yang sama halnya dengan pembunuhan Munir, pahlawan Hak Asasi Manusia yg pernah Indonesia miliki. Mengapa ? Karena feelingku mengatakan, ada banyak silent-touch dari pihak tertentu yang secara tak langsung telah mengendalikan kasus tersebut, tanpa disadari oleh banyak pihak, bahkan mungkin oleh korban Nasrudin atau Rani sendiri.
Jadi mungkin memang ada benarnya pendapat dari seorang ahli intelejen bahwa benang merah pada kasus Antasari nampaknya berada pada sosok Sigit.. hehehe..
tags
mikir2
Langganan:
Postingan (Atom)







at winny muthia marque99centrum

