**[ ini merupakan jawaban untuk sebuah email dari Makassar].
Semua tulisanku dibuat tidak berdasarkan ramalan kosong belaka.
Kalaupun pada kenyataannya AKHIRNYA tepat PERSIS sama dgn apa yg akhirnya terjadi,itu mungkin anugerah instingku aje.. :p
Tentang Noordin M. Top, Syaefudin Jaelani, rekomendasi SP3 Tim 8, semua tulisanku dibuat sebelum tgl2 kenyataan yg terjadi. Anda bisa cek dan lihat sendiri tgl2nya disini.
Itu yg membuatku berbeda dgn perempuan lain di dunia ini maybe.. :p
Karena instingkulah yg selalu menuntunku..
Tentang Antasari,jauh sebelum sidang pengadilannya,aku sudah pernah menulis bahwa beliau dijebak oleh seorang lelaki dgn bantuan Rani. Dan Sigid adalah BENANG MERAH yg sebenarnya :)
Tentang Manohara,aku sudah pernah menulis bahwa 'She wasn't good enough to be a lady'..
Tentang 2012,aku hanya akan menulis sebuah huruf : N..
Tentang diriku,aku 'melihat' diriku kelak akan menikah dengan seorang duda,
kelak akan naik haji di suatu hari Rabu, dan kelak 'mungkin' meninggal muda saat melahirkan bayi perempuan di suatu bulan berawalan huruf S..
Wallahualam bissawab..
Itu hanya sekedar penglihatan yg cenderung selalu kuanggap main2 dan bercanda..
** Tentang dirimu, walau namamu nama pria, tetapi nampaknya anda seorang wanita yg berusia jauh di atasku..hihihihi..dengan kain yg menutup rambut dan dua orang anak kecil di kamarmu.. Salah satunya punya tas bergambar Elmo yg ujung ritsluitingnya sobek sedikit :)
Betul tidaaaaak ? :p
Bulan2 kedepan, salah satunya mungkin akan jatuh terpeleset dari ketinggian..mungkin yg rambutnya kriting.. dan akan dibawa dgn mobil dgn plat nomor berujung 57 :)
Rabu, November 18, 2009
Kamis, November 12, 2009
Bintang di Langit
Terlalu banyak bintang di langit malam yg cerah.
Namun masih kalah banyak dari jumlah orang2 kesepian yg menangisi malam2 yg indah,terlewat dlm gundah..
Salah satunya adalah kamu,
yg mengisi hari2mu dengan bookmark blogku ..hihihahahaha..
**Winny sudah pulaaaaaang..
Namun masih kalah banyak dari jumlah orang2 kesepian yg menangisi malam2 yg indah,terlewat dlm gundah..
Salah satunya adalah kamu,
yg mengisi hari2mu dengan bookmark blogku ..hihihahahaha..
**Winny sudah pulaaaaaang..
Langkah Politis Tim 8
Dari awal Tim ini dibentuk, banyak orang menyangsikan apakah Tim ini betul2 independen atau tidak.
Mulanya aku berharap Tim ini totally independent,tetapi mengingat Presidenlah yang membentuk,aku lantas mulai sangsi.. :p
Terlebih setelah kemudian menyimak pernyataan2 Adnan Buyung Nasution sebagai Ketua, sering terkesan terlalu banyak mengandalkan common sense.
Tepat satu minggu setelah Tim ini dibentuk,dikeluarkanlah apa yg mereka sebut Rekomendasi awal. Sangat janggal mengingat ada nama2 seperti Edi Soemarsono,Ade Raharja,Ritonga dan Susno belum dipanggil oleh Tim 8.
Mengapa kusebut janggal ?
Pertama ; Tim 8 hanya mengambil data2 dan apa yg mereka sebut sebagai 'fakta' dari pernyataan dan jawaban SEPIHAK dari mereka2 yg dipanggil. Sedangkan sebenarnya apa yg disebut sebagai 'fakta' adalah hasil konfirmasi dan verifikasi dua arah dari pihak terkait,bukannya jawaban2 sepihak.
Kedua ; dari awal Adnan Buyung Nasution telah menyatakan bahwa Bibit dan Chandra harus dibebaskan.
Ini mengesankan bahwa data dan fakta YANG DICARI oleh Tim 8 adalah data dan 'fakta' yg bisa memperkuat pernyataan tsb [berangkat dari asumsi tsb],bukannya data dan fakta yg benar2 objektif dan valid.
Ketiga ; Ada satu benang merah dalam kasus tsb yg dilewati,yaitu Ade Raharja. Namanya disebut2 oleh Ari Muladi sbg pejabat KPK yg nampaknya mengatur besaran pembagian uang terhadap pimpinan KPK. Tetapi mengapa nama Ade Raharja ini seolah diabaikan ?
Keempat ; apa yg disebut Rekomendasi itu selayaknya dibuat setelah proses pencarian,penyelidikan,penelaahan fakta2 SELESAI, dengan melalui proses konfirmasi dan verifikasi dua arah.
Karena itu, aku berkesimpulan, langkah2 Tim 8 lebih bersifat politis.
Membuat situasi cooling down,atau faktor jumlah dukungan facebookers sebagai alasan Rekomendasi dibuat, kukira merupakan alasan yg sangat naif dari Tim 8 yg anggota dan Ketuanya orang2 lumayan beken :p
Kebenaran secara hukum selalu akan bersinggungan dengan kepentingan politis. Karena itu mungkin kelak suatu saat kita akan melihat
bagaimana negara Indonesia yg tercinta ini dipimpin oleh sebuah Robot buatan anak SMP yg bekerja berdasarkan sensor suara dan dikendalikan oleh begitu banyak remote control. Jika ada suara riuh rendah "Munduur !" ,maka ia akan mundur. Jika ada suara riuh rendah "Bunuuh !", maka ia akan membunuh, tanpa perduli tindakannya benar atau salah, valid atau tidak. Yang penting rakyat tenaaang..wahahaha..
Mulanya aku berharap Tim ini totally independent,tetapi mengingat Presidenlah yang membentuk,aku lantas mulai sangsi.. :p
Terlebih setelah kemudian menyimak pernyataan2 Adnan Buyung Nasution sebagai Ketua, sering terkesan terlalu banyak mengandalkan common sense.
Tepat satu minggu setelah Tim ini dibentuk,dikeluarkanlah apa yg mereka sebut Rekomendasi awal. Sangat janggal mengingat ada nama2 seperti Edi Soemarsono,Ade Raharja,Ritonga dan Susno belum dipanggil oleh Tim 8.
Mengapa kusebut janggal ?
Pertama ; Tim 8 hanya mengambil data2 dan apa yg mereka sebut sebagai 'fakta' dari pernyataan dan jawaban SEPIHAK dari mereka2 yg dipanggil. Sedangkan sebenarnya apa yg disebut sebagai 'fakta' adalah hasil konfirmasi dan verifikasi dua arah dari pihak terkait,bukannya jawaban2 sepihak.
Kedua ; dari awal Adnan Buyung Nasution telah menyatakan bahwa Bibit dan Chandra harus dibebaskan.
Ini mengesankan bahwa data dan fakta YANG DICARI oleh Tim 8 adalah data dan 'fakta' yg bisa memperkuat pernyataan tsb [berangkat dari asumsi tsb],bukannya data dan fakta yg benar2 objektif dan valid.
Ketiga ; Ada satu benang merah dalam kasus tsb yg dilewati,yaitu Ade Raharja. Namanya disebut2 oleh Ari Muladi sbg pejabat KPK yg nampaknya mengatur besaran pembagian uang terhadap pimpinan KPK. Tetapi mengapa nama Ade Raharja ini seolah diabaikan ?
Keempat ; apa yg disebut Rekomendasi itu selayaknya dibuat setelah proses pencarian,penyelidikan,penelaahan fakta2 SELESAI, dengan melalui proses konfirmasi dan verifikasi dua arah.
Karena itu, aku berkesimpulan, langkah2 Tim 8 lebih bersifat politis.
Membuat situasi cooling down,atau faktor jumlah dukungan facebookers sebagai alasan Rekomendasi dibuat, kukira merupakan alasan yg sangat naif dari Tim 8 yg anggota dan Ketuanya orang2 lumayan beken :p
Kebenaran secara hukum selalu akan bersinggungan dengan kepentingan politis. Karena itu mungkin kelak suatu saat kita akan melihat
bagaimana negara Indonesia yg tercinta ini dipimpin oleh sebuah Robot buatan anak SMP yg bekerja berdasarkan sensor suara dan dikendalikan oleh begitu banyak remote control. Jika ada suara riuh rendah "Munduur !" ,maka ia akan mundur. Jika ada suara riuh rendah "Bunuuh !", maka ia akan membunuh, tanpa perduli tindakannya benar atau salah, valid atau tidak. Yang penting rakyat tenaaang..wahahaha..
Selasa, November 10, 2009
:p
Betul kaaan..
Ujung2nya ini akan diarahkan ke SP3 :p :b :d
Kalau dilanjutkan maka akan membabat banyak pihak termasuk kemungkinan adanya impeachment thdp SBY melalui jalur Sri Mulyani-Boediono-tim sukses Partai Demokrat,hi hi..
Ujung2nya ini akan diarahkan ke SP3 :p :b :d
Kalau dilanjutkan maka akan membabat banyak pihak termasuk kemungkinan adanya impeachment thdp SBY melalui jalur Sri Mulyani-Boediono-tim sukses Partai Demokrat,hi hi..
Minggu, November 08, 2009
Just Intermezzo..
Jika aku bicara dgn gaya Mama Laurent, aku akan berkata, "Ya, aku melihat uang itu diminta oleh orang2 di dalam satu gedung dengan ruangan berwarna abu2 dan buku tamu bercorak hijau-putih-hitam..aku bicara tidak untuk kepentingan siapapun dan tidak sedang memihak siapapun.." :)
Jika aku bicara dengan gaya SBY,aku akan berkata, "Aku tidak akan mengintervensi, namun aku berharap ada SP3, karena selain kasus ini sangat krusial,juga bila dibiarkan akan berujung pada impeachment atas diriku.."
Jika aku bicara dengan gaya Tjipta Lesmana,aku akan berkata, "Angka 1 juta lbh facebookers tidak bisa jadi ukuran. Karena siapapun tahu,anak SD bisa dgn mudah membuat account FB dgn memalsukan usia.Dan bila ada undangan memasuki grup 1 jt pendukung,tinggal klik maka jadilah bergabung,tanpa paham apa yg sebetulnya terjadi"
Jika aku bicara dgn gaya Kapolri,aku akan berkata, "Secara hukum,suatu perbuatan hukum itu terjadi jika ada subjek, objek, dan target/sasaran.Dalam hal ini Anggodo tidak bisa langsung ditahan karena walaupun dia mengaku telah mengeluarkan uang untuk menyuap, tapi belum terbukti uang tsb sebenarnya sampai di tangan siapa. Karena itu rangkaian penyuap-uang-target penyuapan hanya berhenti pada dua bagian,yaitu penyuap dan uang. Bagaimana bisa dianggap menyuap,jika yg disuap masih samar2 ?" :)
Jika aku bicara dengan gaya Benjamin Mangkoedilaga, aku akan berkata, "Seorang penyidik yg terbiasa melakukan penyidikan, jika suatu saat ia sendirilah yg melakukan kejahatan,maka sudah pasti ia tidak akan melakukan hal2 yg kelak bisa menjadi bukti kejahatan yg dilakukannya. Dan bagaimanapun dlm white collar crime, semua transaksi akan berlangsung di bawah meja, tidak langsung, selalu ada alibi yg telah dirancang..dan semuanya terlihat clear.."
Jika aku bicara dgn gaya Tim 8, aku akan berkata, "SP3 adalah target yg kuemban, untuk membuat pagar stabilitas politik lebih dulu"
Jika aku bicara dengan gaya Anggodo, aku akan berkata, "Oh My God ! Aku kemarin lupa 1 step : tidak mengeluarkan uang untuk menyuap rakyat..ha ha ha.."
Jika aku bicara dgn gaya Winny Muthia, aku akan berkata, "Aku nggak perduli Chandra,Bibit,Danuri,Susno,Ary ! Aku cuma pengen cepet pulang ! Dokteeeerr, help meee !"
** Tidak bermaksud mencatut nama. Semua perkataan tsb di atas tidak keluar dari mulut yg bersangkutan, melainkan hanya ocehan iseng Winny Muthia. Jangan dibreidel ya pak.. :)
Jika aku bicara dengan gaya SBY,aku akan berkata, "Aku tidak akan mengintervensi, namun aku berharap ada SP3, karena selain kasus ini sangat krusial,juga bila dibiarkan akan berujung pada impeachment atas diriku.."
Jika aku bicara dengan gaya Tjipta Lesmana,aku akan berkata, "Angka 1 juta lbh facebookers tidak bisa jadi ukuran. Karena siapapun tahu,anak SD bisa dgn mudah membuat account FB dgn memalsukan usia.Dan bila ada undangan memasuki grup 1 jt pendukung,tinggal klik maka jadilah bergabung,tanpa paham apa yg sebetulnya terjadi"
Jika aku bicara dgn gaya Kapolri,aku akan berkata, "Secara hukum,suatu perbuatan hukum itu terjadi jika ada subjek, objek, dan target/sasaran.Dalam hal ini Anggodo tidak bisa langsung ditahan karena walaupun dia mengaku telah mengeluarkan uang untuk menyuap, tapi belum terbukti uang tsb sebenarnya sampai di tangan siapa. Karena itu rangkaian penyuap-uang-target penyuapan hanya berhenti pada dua bagian,yaitu penyuap dan uang. Bagaimana bisa dianggap menyuap,jika yg disuap masih samar2 ?" :)
Jika aku bicara dengan gaya Benjamin Mangkoedilaga, aku akan berkata, "Seorang penyidik yg terbiasa melakukan penyidikan, jika suatu saat ia sendirilah yg melakukan kejahatan,maka sudah pasti ia tidak akan melakukan hal2 yg kelak bisa menjadi bukti kejahatan yg dilakukannya. Dan bagaimanapun dlm white collar crime, semua transaksi akan berlangsung di bawah meja, tidak langsung, selalu ada alibi yg telah dirancang..dan semuanya terlihat clear.."
Jika aku bicara dgn gaya Tim 8, aku akan berkata, "SP3 adalah target yg kuemban, untuk membuat pagar stabilitas politik lebih dulu"
Jika aku bicara dengan gaya Anggodo, aku akan berkata, "Oh My God ! Aku kemarin lupa 1 step : tidak mengeluarkan uang untuk menyuap rakyat..ha ha ha.."
Jika aku bicara dgn gaya Winny Muthia, aku akan berkata, "Aku nggak perduli Chandra,Bibit,Danuri,Susno,Ary ! Aku cuma pengen cepet pulang ! Dokteeeerr, help meee !"
** Tidak bermaksud mencatut nama. Semua perkataan tsb di atas tidak keluar dari mulut yg bersangkutan, melainkan hanya ocehan iseng Winny Muthia. Jangan dibreidel ya pak.. :)
tags
mikir2
Kamis, November 05, 2009
Vox Populi Vox Dei
Pemahaman 'Suara Rakyat Adalah Suara Tuhan' hanya bisa berlaku di suatu negara yg pemerintahannya collaps karena sesuatu hal,misalnya karena kudeta.
Dalam sistem negara Indonesia tidak mungkin diberlakukan Vox Populi Vox Dei.
Kalau kita menghendaki suara rakyat sebagai alat pressure di negara ini, maka kita bukanlah warga negara yg baik dan berdaulat :) weeekz..
Dalam sistem negara Indonesia tidak mungkin diberlakukan Vox Populi Vox Dei.
Kalau kita menghendaki suara rakyat sebagai alat pressure di negara ini, maka kita bukanlah warga negara yg baik dan berdaulat :) weeekz..
Objektivitas Jurnalis
Mungkin PWI perlu mengatur dan mengadakan rambu2 baru mengenai penempatan keobjektivitasan sebagai hal utama dalam penayangan berita.
Jika dibiarkan tidak dibatasi rambu, pemanfaatan media2 jurnalis sebagai pengerah kekuatan massa dalam memberikan penekanan yg berdampak politis2 akan tumbuh subur dan menghancurkan idealisme jurnalis dalam penyampaian berita.
Aku melihat dua stasiun televisi kita sangat agresif membentuk opini publik. Jika tidak dalam porsi yg tepat,maka keagresifan tsb bisa menjurus kepada provokasi massa..
Masih ingat peristiwa penyergapan teroris Temanggung ? Yg pertama kali menyatakan bahwa yg ada dalam rumah tsb Noordin M.Top,adalah reporter2 televisi kita,bukan Polri. Ternyata terbukti salah,bukan ?
Jadi sebetulnya istilah2 'kriminalisasi','rekayasa',dll yg sekarang ini berkembang dan memprovokasi rakyat yg sebelumnya tidak tahu apa2,sebetulnya dibentuk oleh MEDIA MASSA/TELEVISI..
Jika dibiarkan tidak dibatasi rambu, pemanfaatan media2 jurnalis sebagai pengerah kekuatan massa dalam memberikan penekanan yg berdampak politis2 akan tumbuh subur dan menghancurkan idealisme jurnalis dalam penyampaian berita.
Aku melihat dua stasiun televisi kita sangat agresif membentuk opini publik. Jika tidak dalam porsi yg tepat,maka keagresifan tsb bisa menjurus kepada provokasi massa..
Masih ingat peristiwa penyergapan teroris Temanggung ? Yg pertama kali menyatakan bahwa yg ada dalam rumah tsb Noordin M.Top,adalah reporter2 televisi kita,bukan Polri. Ternyata terbukti salah,bukan ?
Jadi sebetulnya istilah2 'kriminalisasi','rekayasa',dll yg sekarang ini berkembang dan memprovokasi rakyat yg sebelumnya tidak tahu apa2,sebetulnya dibentuk oleh MEDIA MASSA/TELEVISI..
tags
mikir2
:p :b :d
Pemaparan secara terbuka fakta2 hukum [mengenai alasan penahanan Bibit dan Chandra] yg disampaikan oleh Kapolri di hadapan Komisi III DPR RI pada malam ini, 100% sama dengan intuisiku mengenai persona2 dalam institusi KPK..hi hi hi.
Baca aje blogku tertanggal 3 November di bawah itu dgn judul Street Justice.. :)
** Jadi 'kearogananku' untuk tidak bergabung dengan grup facebookers pendukung Bibit dan Chandra,mungkin langkah yg SANGAT tepat,bukan ? Hi hi hi :p :b :d
Lain kali kalau mau demo,pahami dan cerna dulu donk substansi masalahnya :p jangan main demo/ main dukung ajeee..
Baca aje blogku tertanggal 3 November di bawah itu dgn judul Street Justice.. :)
** Jadi 'kearogananku' untuk tidak bergabung dengan grup facebookers pendukung Bibit dan Chandra,mungkin langkah yg SANGAT tepat,bukan ? Hi hi hi :p :b :d
Lain kali kalau mau demo,pahami dan cerna dulu donk substansi masalahnya :p jangan main demo/ main dukung ajeee..
tags
mikir2
Rabu, November 04, 2009
Street Justice -2-
Pemikiran,pendapat,dan penelaahanku dlm blogku kemarin ternyata sama persis dengan pernyataan OC Kaligis di satu stasiun televisi malam ini :)
: Sudah terbentuk character assassination melalui opini publik yg dibentuk TANPA pengujian materi,tanpa langkah2 hukum yg prosedural,tanpa cross check dan pendalaman fakta lebih dulu.
Pressure yg diupayakan melalui rakyat [yg sebetulnya BELUM PAHAM BETUL substansi masalah yg sebenar2nya],dilakukan oleh pihak2 tertentu yg juga sebetulnya belum paham betul siapa yg perlu dibela.
Jika hal seperti ini dibiarkan, Indonesia akan menjadi negara pertama di dunia yg memberlakukan pola Street Justice..pengadilan jalanan yg mengejudge hanya berdasarkan pembentukan opini publik yg belum dapat dibuktikan kebenarannya sesuai dgn PROSEDUR HUKUM.
: Sudah terbentuk character assassination melalui opini publik yg dibentuk TANPA pengujian materi,tanpa langkah2 hukum yg prosedural,tanpa cross check dan pendalaman fakta lebih dulu.
Pressure yg diupayakan melalui rakyat [yg sebetulnya BELUM PAHAM BETUL substansi masalah yg sebenar2nya],dilakukan oleh pihak2 tertentu yg juga sebetulnya belum paham betul siapa yg perlu dibela.
Jika hal seperti ini dibiarkan, Indonesia akan menjadi negara pertama di dunia yg memberlakukan pola Street Justice..pengadilan jalanan yg mengejudge hanya berdasarkan pembentukan opini publik yg belum dapat dibuktikan kebenarannya sesuai dgn PROSEDUR HUKUM.
tags
mikir2
Selasa, November 03, 2009
Street Justice
Kukira ada yang missed disini.
Banyak orang mengartikan penahanan Bibit dan Chandra identik dengan upaya pengerdilan KPK. Ini menyangkut institusi.
Sedangkan Polri fokus kepada persona, Bibit dan Chandra,bukan institusi.
Aku berpendapat, KPK itu tidak boleh dibubarkan secara institusi. Tapi jangan lantas MENGKULTUSKAN persona yg ada di dlmnya seperti malaikat. Karena justru sbg institusi, KPK adalah 'lahan basah' untuk suap menyuap.
Yg dicemaskan adalah bila rakyat sudah menganggap KPK ini lembaga yg sangat suci,tak tersentuh,top power yg betul2 tidak boleh dan tidak mungkin diganggu. Sedangkan pejabat2 yg ada di dlmnya hanya manusia yg juga bisa terlena oleh kekuasaan,jabatan,dan bukan tidak mungkin juga melakukan kesalahan..
Jadi sangatlah beda antara memandang KPK sebagai institusi yg kuat,dengan memandang pejabat2 KPK sebagai 'malaikat' yg suci..
Yg berdemo itu sudahkah bisa membedakan ? Kayaknya sih belum :p
Banyak orang mengartikan penahanan Bibit dan Chandra identik dengan upaya pengerdilan KPK. Ini menyangkut institusi.
Sedangkan Polri fokus kepada persona, Bibit dan Chandra,bukan institusi.
Aku berpendapat, KPK itu tidak boleh dibubarkan secara institusi. Tapi jangan lantas MENGKULTUSKAN persona yg ada di dlmnya seperti malaikat. Karena justru sbg institusi, KPK adalah 'lahan basah' untuk suap menyuap.
Yg dicemaskan adalah bila rakyat sudah menganggap KPK ini lembaga yg sangat suci,tak tersentuh,top power yg betul2 tidak boleh dan tidak mungkin diganggu. Sedangkan pejabat2 yg ada di dlmnya hanya manusia yg juga bisa terlena oleh kekuasaan,jabatan,dan bukan tidak mungkin juga melakukan kesalahan..
Jadi sangatlah beda antara memandang KPK sebagai institusi yg kuat,dengan memandang pejabat2 KPK sebagai 'malaikat' yg suci..
Yg berdemo itu sudahkah bisa membedakan ? Kayaknya sih belum :p
tags
mikir2
Sabtu, Oktober 31, 2009
Malmingan
Malam minggu di Rumah Sakit,asyik juga..dokter mudanya ganteng2 :) ,rasanya jadi cepat sembuh, wahahahaha..
Penalaranku Tak Terpasung
Aku membaca banyak buku2 filsafat,sejarah,budaya,teknik,sastra.
Aku tahu Taoisme,Freud,Plato,dan berbagai teori.
Tapi aku tidak suka menulis dan bicara berdasarkan teori orang2 terkenal.
Itu sebabnya gaya tulisanku sangat naif.
Karena aku tidak suka menelan mentah2 apa yg kubaca.
Dats why aku selalu menulis tentang apa2 yg pernah kujalani,kutelaah,kucerna. Dan dats why aku bisa menuliskan secara detil.
Aku membaca buku Anne Frank saat masih duduk di Sekolah Dasar. Juga novel2 berat Ahmad Thohari, STA,Pramudya,Gibran,dll. Sangat berat untuk ukuran anak SD, tapi itulah basic mengapa aku kemudian lebih suka mencerna tanpa menjiplak mentah2 berbagai teori.
Aku melihat semuanya dari sudut pandang yg selalu berbeda dari kebanyakan orang.
Itulah kebebasan yg kuhadiahkan kepada diriku sendiri.
Aku hanya berangkat dari pemikiran sederhana : ada sebab,maka akan ada akibat.
Pemikiran itu membuatku tak mau tersekat dan terpasung oleh teori tertentu. Toh Allah menciptakan diriku juga tanpa pakai teori ini itu.. Hihihi..
Jadi tolong maklumi saja kalau gaya nalarku seperti ini :)
Aku tahu Taoisme,Freud,Plato,dan berbagai teori.
Tapi aku tidak suka menulis dan bicara berdasarkan teori orang2 terkenal.
Itu sebabnya gaya tulisanku sangat naif.
Karena aku tidak suka menelan mentah2 apa yg kubaca.
Dats why aku selalu menulis tentang apa2 yg pernah kujalani,kutelaah,kucerna. Dan dats why aku bisa menuliskan secara detil.
Aku membaca buku Anne Frank saat masih duduk di Sekolah Dasar. Juga novel2 berat Ahmad Thohari, STA,Pramudya,Gibran,dll. Sangat berat untuk ukuran anak SD, tapi itulah basic mengapa aku kemudian lebih suka mencerna tanpa menjiplak mentah2 berbagai teori.
Aku melihat semuanya dari sudut pandang yg selalu berbeda dari kebanyakan orang.
Itulah kebebasan yg kuhadiahkan kepada diriku sendiri.
Aku hanya berangkat dari pemikiran sederhana : ada sebab,maka akan ada akibat.
Pemikiran itu membuatku tak mau tersekat dan terpasung oleh teori tertentu. Toh Allah menciptakan diriku juga tanpa pakai teori ini itu.. Hihihi..
Jadi tolong maklumi saja kalau gaya nalarku seperti ini :)
Cecak vs Buaya -2-
Berlainan dengan orang lain,aku tidak tergabung dalam grup 1.000.000 Facebookers pendukung Bibit dan Chandra.
Bukan masalah membela/tidak membela,atau salah dan benar. Tapi aku mencoba benar2 melihat dari luar lingkaran euforia tsb.
Campur aduk masalah yg terbentuk oleh opini publik sebenarnya mungkin lebih banyak disebabkan oleh media elektronik yang giat memblow up.
Aku sempat heran melihat seorang Ritonga bersedia 'disidik' oleh seorang pembaca berita dari satu stasiun televisi dengan sederet pertanyaan2 yg diajukan dengan intonasi dan gaya seperti seorang hakim. Heran melihat seorang Ritonga memberi jawaban2 yg menurutku bisa menjadi bumerang baginya di kemudian hari.
Mungkin perlu kearifan dari semua pihak untuk tidak membuat kasus ini berkembang melebar dari semestinya.
Bukannya menge-judge dengan memberi sekat2 per institusi,karena bagaimanapun bukti transkrip rekaman percakapan yg beredar itu sebenarnya hanya melibatkan person to person,bukan institusinya.
Aku melihatnya justru dari sudut pandang yg berbeda.
Kasus ini justru lebih dipolitisir oleh pihak2 yg hendak menggempur kredibilitas SBY.
Padahal sebenarnya simpel ; tentang ada/tidaknya substansi hukum yg bisa menjerat Bibit dan Chandra,biarkan dulu proses hukum berjalan. Jika benar ada bukti2 menyangkut aliran dana 6,7 milyar ke tangan mereka, maka itulah sebenarnya substansi hukumnya. Bagaimana kita bisa tahu mereka salah atau benar hanya dengan merujuk kepada pernyataan/pengakuan satu pihak saja ?
Ibarat ada polisi menangkap Ibu kita. Kita mati2an membela hanya karena dia adalah Ibu yg berjasa membesarkan kita. Bolehlah kita memprotes bila Ibu kita langsung ditahan,tapi bagaimana bila sebenarnya ada alibi dan bukti2 yg menunjukkan bahwa Ibu kita dgn sebenar2nya adalah BERSALAH ?
Jadi aku lebih melihat kasus ini sebagai cermin dari 'budaya' baru bangsa kita sebagai bangsa yg giat berdemo,berteriak,tanpa tahu dgn SEBENAR2NYA apa yg sdg diteriakkan. Salah/Benar tidak lagi jadi masalah,yg dikedepankan hanya Like/Dislike.
Mungkin banyak orang lupa, seorang pendetapun bisa menjadi seorang penjahat jika kepepet..dan sebaliknya seorang penjahat bisa menjadi seorang pendeta HANYA dengan mengenakan jubah pendeta.. :)
Jadi aku hanya berdiam diri dan mengamati.. Seraya berujar dalam hati, 'Yang dicari itu apaaaa ?' :)
Bukan masalah membela/tidak membela,atau salah dan benar. Tapi aku mencoba benar2 melihat dari luar lingkaran euforia tsb.
Campur aduk masalah yg terbentuk oleh opini publik sebenarnya mungkin lebih banyak disebabkan oleh media elektronik yang giat memblow up.
Aku sempat heran melihat seorang Ritonga bersedia 'disidik' oleh seorang pembaca berita dari satu stasiun televisi dengan sederet pertanyaan2 yg diajukan dengan intonasi dan gaya seperti seorang hakim. Heran melihat seorang Ritonga memberi jawaban2 yg menurutku bisa menjadi bumerang baginya di kemudian hari.
Mungkin perlu kearifan dari semua pihak untuk tidak membuat kasus ini berkembang melebar dari semestinya.
Bukannya menge-judge dengan memberi sekat2 per institusi,karena bagaimanapun bukti transkrip rekaman percakapan yg beredar itu sebenarnya hanya melibatkan person to person,bukan institusinya.
Aku melihatnya justru dari sudut pandang yg berbeda.
Kasus ini justru lebih dipolitisir oleh pihak2 yg hendak menggempur kredibilitas SBY.
Padahal sebenarnya simpel ; tentang ada/tidaknya substansi hukum yg bisa menjerat Bibit dan Chandra,biarkan dulu proses hukum berjalan. Jika benar ada bukti2 menyangkut aliran dana 6,7 milyar ke tangan mereka, maka itulah sebenarnya substansi hukumnya. Bagaimana kita bisa tahu mereka salah atau benar hanya dengan merujuk kepada pernyataan/pengakuan satu pihak saja ?
Ibarat ada polisi menangkap Ibu kita. Kita mati2an membela hanya karena dia adalah Ibu yg berjasa membesarkan kita. Bolehlah kita memprotes bila Ibu kita langsung ditahan,tapi bagaimana bila sebenarnya ada alibi dan bukti2 yg menunjukkan bahwa Ibu kita dgn sebenar2nya adalah BERSALAH ?
Jadi aku lebih melihat kasus ini sebagai cermin dari 'budaya' baru bangsa kita sebagai bangsa yg giat berdemo,berteriak,tanpa tahu dgn SEBENAR2NYA apa yg sdg diteriakkan. Salah/Benar tidak lagi jadi masalah,yg dikedepankan hanya Like/Dislike.
Mungkin banyak orang lupa, seorang pendetapun bisa menjadi seorang penjahat jika kepepet..dan sebaliknya seorang penjahat bisa menjadi seorang pendeta HANYA dengan mengenakan jubah pendeta.. :)
Jadi aku hanya berdiam diri dan mengamati.. Seraya berujar dalam hati, 'Yang dicari itu apaaaa ?' :)
tags
mikir2
Cecak vs Buaya -1-
Yang pintar itu sebenarnya Antasari Azhar.
Beliau dengan perantaraan testimoninya berhasil mengalihkan perhatian publik melalui media dengan memblow up hal2 menyangkut pihak lain [Susno,Bibit,Chandra],yg bisa membuat kasusnya sendiri 'nyungsep',ketilep,tenggelam tak terlalu diekspos.. :)
Agresifnya media elektronik untuk mendapat cap 'terdepan dlm berita' justru membuat berbagai kesimpangsiuran karena opini publik dibentuk dengan cara yg kurang tepat.
Pola judgement and justice by pers di bule itu kan mengacu pada sistem peradilan di sana yg menghadirkan jury. Lain donk dengan di Indonesia,koq mau dipraktekkan juga di sini..hihihi
Beliau dengan perantaraan testimoninya berhasil mengalihkan perhatian publik melalui media dengan memblow up hal2 menyangkut pihak lain [Susno,Bibit,Chandra],yg bisa membuat kasusnya sendiri 'nyungsep',ketilep,tenggelam tak terlalu diekspos.. :)
Agresifnya media elektronik untuk mendapat cap 'terdepan dlm berita' justru membuat berbagai kesimpangsiuran karena opini publik dibentuk dengan cara yg kurang tepat.
Pola judgement and justice by pers di bule itu kan mengacu pada sistem peradilan di sana yg menghadirkan jury. Lain donk dengan di Indonesia,koq mau dipraktekkan juga di sini..hihihi
tags
mikir2
Aku Tidak Pernah Merasa Kesepian
Itu sebabnya aku SANGAT TIDAK SUKA CHATTING, karena aku telah sangat berbahagia dengan pergaulanku yang luas di real.. :)
Friendlist di FBku memang baru 500an orang [punyamu baru dibawah 50 :p],tapi tengoklah isinya. Nama2 anak mobitrek yg katamu tidak suka kepadaku,ternyata mereka nge-add aku :) bukan aku yg nge-add mereka. Tanya saja mereka satu persatu.
Tanya juga yg sudah ku-ignore..
:p
:b
:d
Friendlist di FBku memang baru 500an orang [punyamu baru dibawah 50 :p],tapi tengoklah isinya. Nama2 anak mobitrek yg katamu tidak suka kepadaku,ternyata mereka nge-add aku :) bukan aku yg nge-add mereka. Tanya saja mereka satu persatu.
Tanya juga yg sudah ku-ignore..
:p
:b
:d
Selasa, Oktober 27, 2009
Ketika Angin Membawanya Pergi..
Kalau sedang sakit seperti ini,aku selalu ingat seorang teman cyberku dari India dulu. Dia sakit lama..menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat tidur, berhubungan dengan dunia luar melalui internet.
Kami berkenalan melalui email ketika aku sedang giat2nya discuss tentang Gandhi dalam satu forum cyber. Mulanya aku tak tahu kalau dia sakit berat,tapi setelah tahu dari kawan2 forum,aku jadi terbiasa mengontaknya hampir setiap tiga hari sekali dengan tujuan mensupport semangat hidupnya.
Bahasa Inggrisnya patah2 dengan logat India yg kental,tapi dia banyak tertawa jika berbincang.
Tak kentara jika sebetulnya dia menderita karena penyakitnya. Pun tak banyak yg tahu kalau sebetulnya dia sudah yatim piatu sejak kecil .
Yang membuatku kagum,dia giat mensupport orang2 yg juga menderita penyakit berat melalui tulisan2/artikel2nya yg banyak dipengaruhi filosofi Gandhi. Sering dia berujar kepadaku "Aku mensupport banyak orang itu sebenarnya untuk menyadarkan diriku sendiri,bahwa masih banyak orang lain yg juga sepertiku. Itu membuatku makin percaya bahwa aku tidak pernah sendirian dan tidak berbeda dengan orang lain.."
Seminggu sebelum meninggal, dia masih menulis artikel2.
Pada tanggal 16 Oktober 2007 dia tak nampak di forum,namun dia masih sempat menulis sepucuk email kepada seorang kawan dari New Zealand, yang isinya "Aku bahagia melihat burung2 terbang tinggi di langit yg sangat cerah,tapi tubuhku sangat rapuh dan tidak kuat lagi menahan tarikan angin yg akan membawaku pergi jauh.."
Tanggal 17 Oktober 2007 aku mencoba mengontaknya,namun tidak berhasil.
Tanggal 18 Oktober 2007 ternyata ia berpulang, di tempat tidurnya.
Agak sedih mendengar kabar itu,namun aku merasa sangat beruntung pernah mengenal dan menjalin komunikasi dengannya.
Hingga sekarang,jika aku sakit,aku selalu terkenang dengan semangat hidupnya dulu, semangat yg layak ditiru siapapun di belahan dunia manapun.
Angin benar2 telah membawanya pergi.
Seperti penuturannya di saat2 terakhir...
** dedicated to Jenna
Kami berkenalan melalui email ketika aku sedang giat2nya discuss tentang Gandhi dalam satu forum cyber. Mulanya aku tak tahu kalau dia sakit berat,tapi setelah tahu dari kawan2 forum,aku jadi terbiasa mengontaknya hampir setiap tiga hari sekali dengan tujuan mensupport semangat hidupnya.
Bahasa Inggrisnya patah2 dengan logat India yg kental,tapi dia banyak tertawa jika berbincang.
Tak kentara jika sebetulnya dia menderita karena penyakitnya. Pun tak banyak yg tahu kalau sebetulnya dia sudah yatim piatu sejak kecil .
Yang membuatku kagum,dia giat mensupport orang2 yg juga menderita penyakit berat melalui tulisan2/artikel2nya yg banyak dipengaruhi filosofi Gandhi. Sering dia berujar kepadaku "Aku mensupport banyak orang itu sebenarnya untuk menyadarkan diriku sendiri,bahwa masih banyak orang lain yg juga sepertiku. Itu membuatku makin percaya bahwa aku tidak pernah sendirian dan tidak berbeda dengan orang lain.."
Seminggu sebelum meninggal, dia masih menulis artikel2.
Pada tanggal 16 Oktober 2007 dia tak nampak di forum,namun dia masih sempat menulis sepucuk email kepada seorang kawan dari New Zealand, yang isinya "Aku bahagia melihat burung2 terbang tinggi di langit yg sangat cerah,tapi tubuhku sangat rapuh dan tidak kuat lagi menahan tarikan angin yg akan membawaku pergi jauh.."
Tanggal 17 Oktober 2007 aku mencoba mengontaknya,namun tidak berhasil.
Tanggal 18 Oktober 2007 ternyata ia berpulang, di tempat tidurnya.
Agak sedih mendengar kabar itu,namun aku merasa sangat beruntung pernah mengenal dan menjalin komunikasi dengannya.
Hingga sekarang,jika aku sakit,aku selalu terkenang dengan semangat hidupnya dulu, semangat yg layak ditiru siapapun di belahan dunia manapun.
Angin benar2 telah membawanya pergi.
Seperti penuturannya di saat2 terakhir...
** dedicated to Jenna
tags
humaniora
Senin, Oktober 26, 2009
Minggu, Oktober 25, 2009
Rabu, Oktober 21, 2009
Miyabi Seperti Babi
Aku berpikir,mengapa harus ada demo menolak kehadiran Miyabi ?
Apakah dengan menolak kehadirannya lantas generasi muda kita dipastikan akan selamat dari keracunan virus pornografi ?
Kita takkan bisa lepas dari lingkaran arus globalisasi. Jaman berubah,kehidupan bergerak ke depan,tidak stagnant.
Celah pornografi ada di mana2. Di internet, di komik2, di film,dll.
Takkan mungkin meniadakannya total,karena naluri pornografi sudah ada sejak jaman Adam dan Hawa. Itu normal,jika diejawantahkan secara normal dan tidak kelewat batas.
Dorongan sexual yg ada dalam diri kita itu manusiawi banget.
Jadi mengapa membuang2 waktu untuk demo anti Miyabi ? Sedangkan mereka yg demo itu tahu siapa/bagaimana Miyabi,dari mana ? :p
hi hi ha ha ha..
Jadi mengapa tidak kita anggap saja Miyabi itu seperti babi dalam kacamata Islam.
Babi haram,tapi tetap dibiarkan ada di bumi pertiwi ini. Siapapun yg memakannya, tidak haram untuk dirinya. Tetapi kita yg tahu haram,sudah pasti menghindarinya..
Simpel,bukan ?
** dengan maraknya demo anti Miyabi,sudah pasti akan lebih banyak yg ingin tahu siapa itu Miyabi. Filmnya dicari2,artikelnya dibrowsing,hi hi oplaagnya malah jadi laris manis. Makanyaaaaa,ngapain demo ? Malah menyuburkan jumlah fans Miyabi.. Wahahaha :p
Apakah dengan menolak kehadirannya lantas generasi muda kita dipastikan akan selamat dari keracunan virus pornografi ?
Kita takkan bisa lepas dari lingkaran arus globalisasi. Jaman berubah,kehidupan bergerak ke depan,tidak stagnant.
Celah pornografi ada di mana2. Di internet, di komik2, di film,dll.
Takkan mungkin meniadakannya total,karena naluri pornografi sudah ada sejak jaman Adam dan Hawa. Itu normal,jika diejawantahkan secara normal dan tidak kelewat batas.
Dorongan sexual yg ada dalam diri kita itu manusiawi banget.
Jadi mengapa membuang2 waktu untuk demo anti Miyabi ? Sedangkan mereka yg demo itu tahu siapa/bagaimana Miyabi,dari mana ? :p
hi hi ha ha ha..
Jadi mengapa tidak kita anggap saja Miyabi itu seperti babi dalam kacamata Islam.
Babi haram,tapi tetap dibiarkan ada di bumi pertiwi ini. Siapapun yg memakannya, tidak haram untuk dirinya. Tetapi kita yg tahu haram,sudah pasti menghindarinya..
Simpel,bukan ?
** dengan maraknya demo anti Miyabi,sudah pasti akan lebih banyak yg ingin tahu siapa itu Miyabi. Filmnya dicari2,artikelnya dibrowsing,hi hi oplaagnya malah jadi laris manis. Makanyaaaaa,ngapain demo ? Malah menyuburkan jumlah fans Miyabi.. Wahahaha :p
tags
mikir2
Sabtu, Oktober 17, 2009
Nevie Sepupuku
Nama lengkapnya Arabish banget :) tapi biasa dipanggil Nevie. Nenek viejengkeleun..wahahaha.
Orangnya cantik,tinggi,ngartis banget,narsis,ceplas ceplos. Dia anak sulung tanteku,adiknya dua orang.
Aku sangat dekat dengannya,lebih dari saudara kandung. Kalau aku sedang berada di Bandung,kami selalu mengisi waktu luang kami dalam kebersamaan. Entah itu sekedar jalan,makan,atau kebut2an wahahaha..
Kadang orang menyangka kami anak kembar. Padahal wajah kami berbeda 180 derajat. Itu karena barang2 yg kami kenakan biasanya sama,kecuali warna yg beda. Dia suka warna2 ngejreng,aku suka yg soft.
Dia 'tempat' yg sangat pas untuk sharing sisi wildnessku.. Kami wild bersama2..wahahahaha.. Menjahili orang di mall,menukar2 pajangan baju di toko, mengerjai pelayan toko,dll. Kadang kami membawa 'lari' mobil tanteku sekedar kebut2an di sekitar Gasibu Bandung,hingga pernah kami dihukum tanteku disuruh mencuci mobil itu sampai ke kolong2nya..hihi..
Yang mengenalkanku pada dunia cyber ya sepupuku itu juga. Dulu kami biasa tukaran nick,tukaran password,tukaran tulisan.. Hingga pernah juga ada orang menganggap Nevie itu aku sendiri. Padahal di Group Ray White [Broker Property] Bandung, Nevie itu terkenal banget. Terkenal dgn sebutan 'Ibu Bawel', wahahaha..
Sekarang Nevie sudah menikah,suaminya seorang Chinese. Sering aku rindu saat2 kami bersama2 seperti dulu.
Terutama juga pada pemikirannya yg sangat terbuka/bule banget,juga kepandaiannya yg TOP..jarang perempuan seperti dia. Kecuali diriku..wahahahaha..
**See u,madam.. Madam fish :p [juragan ikan lele] wahahahaha..
Orangnya cantik,tinggi,ngartis banget,narsis,ceplas ceplos. Dia anak sulung tanteku,adiknya dua orang.
Aku sangat dekat dengannya,lebih dari saudara kandung. Kalau aku sedang berada di Bandung,kami selalu mengisi waktu luang kami dalam kebersamaan. Entah itu sekedar jalan,makan,atau kebut2an wahahaha..
Kadang orang menyangka kami anak kembar. Padahal wajah kami berbeda 180 derajat. Itu karena barang2 yg kami kenakan biasanya sama,kecuali warna yg beda. Dia suka warna2 ngejreng,aku suka yg soft.
Dia 'tempat' yg sangat pas untuk sharing sisi wildnessku.. Kami wild bersama2..wahahahaha.. Menjahili orang di mall,menukar2 pajangan baju di toko, mengerjai pelayan toko,dll. Kadang kami membawa 'lari' mobil tanteku sekedar kebut2an di sekitar Gasibu Bandung,hingga pernah kami dihukum tanteku disuruh mencuci mobil itu sampai ke kolong2nya..hihi..
Yang mengenalkanku pada dunia cyber ya sepupuku itu juga. Dulu kami biasa tukaran nick,tukaran password,tukaran tulisan.. Hingga pernah juga ada orang menganggap Nevie itu aku sendiri. Padahal di Group Ray White [Broker Property] Bandung, Nevie itu terkenal banget. Terkenal dgn sebutan 'Ibu Bawel', wahahaha..
Sekarang Nevie sudah menikah,suaminya seorang Chinese. Sering aku rindu saat2 kami bersama2 seperti dulu.
Terutama juga pada pemikirannya yg sangat terbuka/bule banget,juga kepandaiannya yg TOP..jarang perempuan seperti dia. Kecuali diriku..wahahahaha..
**See u,madam.. Madam fish :p [juragan ikan lele] wahahahaha..
Langganan:
Postingan (Atom)







at winny muthia marque99centrum

